Ketika Sampah Dapur Jadi Pakan Tinggi Protein

Ketika Sampah Dapur Jadi Pakan Tinggi Protein

Sosialisasi Program INTAF Bersama Relawan Sampah di TPST 3R Sitirejo Bersatu

Desa Sitirejo merupakan salah satu wilayah pedesaan yang mempunyai Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) terbesar di Kabupaten Malang.

Kegiatan keseharian di TPST 3R Sitirejo Bersatu adalah mengumpulkan sampah dari 630 rumah warga di dua RW, lalu memilahnya untuk dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.

Semakin hari sampah yang diperoleh mencapai 559kg. Sampah yang mereka olah selama ini hanyalah sampah anorganik, sedangkan sampah organik yang mencapai 55kg/hari tidak termanfaatkan dan hanya dilimpahkan ke TPA Talangagung. Padahal sampah organik dapat menjadi bernilai jika dimanfaatkan dengan baik.

Dengan adanya permasalahan tersebut, maka lima mahasiswa Universitas Brawijaya yang beranggotakan Soma Kurnia Afandi, Alfisar Suryo Prianbodo, Anis Miftachurrochmah, Kirana Aisyah Larasati, dan Prasetya Akbar Pratama mempunyai inovasi sebuah program pemberdayaan masyarakat Desa Sitirejo melalui Integrated Technical Farm Black Soldier Fly (INTAF).

Sistem tersebut merupakan budidaya lalat hitam terintegrasi sebagai upaya pengelolaan dan pengurangan limbah sampah organik. Adanya program ini dapat mengurangi sampah organik sebesar 80 persen dari lalat hitam.

Program INTAF secara garis besar terbagi menjadi 4 sub kegiatan, yakni:

Pengolahan sampah untuk pakan BSF

Pada sub kegiatan ini terdapat pendampingan tim kepada para relawan sampah dalam pemilahan sampah organik yang dipakai untuk pakan larva BSF, meliputi limbah sayuran, buah-buahan dan nasi yang kemudian diolah dengan cara dicacah dan digiling yang kemudian diletakkan pada tempat penyimpan dan ditambahkan cairan EM4.

Budidaya Black Soldier Fly melalui pemanfaatan sampah organik

Pada proses budidaya BSF dilakukan mulai dari proses penetasan telur, pembesaran larva BSF, hingga menjadi lalat hitam dan dilakukan proses pemanenan telur BSF.

Pengolahan hasil budidaya Black Soldier Fly

Pengolahan hasil budidaya BSF bertujuan untuk dijadikan beberapa produk yang bisa dijual, produk tersebut di antaranya yaitu fresh larva BSF, pupa dan pre-pupa, tepung BSF dan, pellet BSF untuk ikan.

Pemasaran yang dilakukan secara langsung

Ini dilakukan kepada penawar secara luring dan daring yang dijual di beberapa akun seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak dengan nama akun Moggie Larva and Feed.

Diharapkan dari adanya program ini dapat mengurangi sampah organik di TPST 3R Sitirejo Bersatu serta dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat di Desa Sitirejo.

Program yang diterapkan ini telah mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) karena telah lolos pendanaan pada program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM M) pendanaan 2019.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

UNESCO Masukkan Wilayah Ini ke Dalam Cagar Biosfer Dunia Sebelummnya

UNESCO Masukkan Wilayah Ini ke Dalam Cagar Biosfer Dunia

Bagaimana Nasib Ponsel Ilegal di Indonesia? Ini bocoran Aturan dari Kemenkominfo! Selanjutnya

Bagaimana Nasib Ponsel Ilegal di Indonesia? Ini bocoran Aturan dari Kemenkominfo!

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.