Suhu Udara di Jawa Lebih Dingin Belakangan ini. Apa Penyebabnya?

Suhu Udara di Jawa Lebih Dingin Belakangan ini. Apa Penyebabnya?

Musim Dingin di Australia © Griffith University

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Masyarakat di Jawa belakangan ini merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya. Hal ini ternyata telah dijelaskan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa udara dingin disebabkan oleh kiriman Angin Monsoon Dingin dari Australia.

Angin ini akan berlangsung kira-kira dari Juni hingga September mendatang, karena Australia akan segera memasuki musim dingin, sedangkan negara-negara di Asia sedang memasuki perubahan cuaca menjadi musim kemarau.

BMKG menulis bahwa hal ini menyebabkan terjadinya pergerakan massa udara di wilayah Indonesia. Angin Monsoon Australia membawa udara dingin dan kering lebih kuat dari biasanya.

Wilayah Jawa di dataran rendah mengalami penurunan temperatur hingga 22 derajat celcius, sedangkan di daerah pegunungan bisa sampai minus 10 derajat celcius.

Meskipun begitu, BMKG mengatakan bahwa puncak musim kemarau di sebagian besar Jawa akan terjadi di bulan Agustus, sehingga diharapkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran akibat pergesekan rumput dan ranting.


Catatan kaki: IDN Times | Suara.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli50%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Sumbangsih Perempuan Penulis Untuk Indonesia Sebelummnya

Sumbangsih Perempuan Penulis Untuk Indonesia

Hanung Bramantyo: Reza Itu "Multi-Layer" Selanjutnya

Hanung Bramantyo: Reza Itu "Multi-Layer"

Nabila Ghaisani
@bellaghaisani

Nabila Ghaisani

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.