UNESCO Masukkan Wilayah Ini ke Dalam Cagar Biosfer Dunia

UNESCO Masukkan Wilayah Ini ke Dalam Cagar Biosfer Dunia

Gunung Tambora © Travelingyuk.com

The 31st session of the Man and the Biospher (MAB) Programme International Coordinating Council di Paris, pada Rabu 19 Juni 2019 memutuskan mamasukkan beberapa cagar Biosfer dari Indonesia sebagai Cagar Biosfer Dunia. Cagar Biosfer tersebut antara lain Teluk Saleh, Moyo dan Tambora, Nusa Tenggara Barat dan Togena Tojo Una-Una di Sulawesi Tengah.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah hadir sebagai perwakilan Indonesia dalam deklarasi tersebut. Dikutip dari kompas.com, Sitti mengungkapkan bahwa pengakuan cagar bjosfer tersebut memiliki makna penting sebagai cara pengelolaan kawasan untuk kepentingan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan konservasi sekaligus didukung kajian ilmiah.

Dia juga memantapkan bahwa pemerintah provinsi dan masyarakat NTB telah siap untuk mengambil langkah nyata demi mengimplementasikan konsep cagar biosfer ini.

Cagar bisofer bermanfaat untuk masyarakat sekitar seperti menggerakkan aktivitas jasa ekosistem, kegiatan prouksi dan kelestarian budaya. Selain itu juga bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya sebagai laboratorium alam.

Mari sedikit mengenal cagar-cagar biosfer tersebut.

Teluk Saleh

Teluk Saleh | Sumber: Travelingyuk.com

Disebut sebagai ibu bagi banyak pulau mini di Sumbawa seperti Pulau Gili Mariam, Pulau Sentigi, dan lain-lain lokasi dari Teluk Saleh ini berbatasan langsung dengan Laut Flores, Nusa Tenggara Timur. Menjadi kawasan pemancingan bagii rakyat yang tingga di daerah Sumbawa, Dompu, dan Bima.

Pulau Moyo

Pulau Moyo | Sumber: Thelangkahtravel.com

Terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa. Memiliki cagar alam Taman Nasional Pulau Moyo dikelilingi oleh terumbu karang. Memiliki luas 350 km2, pulau tersbeut masih memiliki pepohonan hijau yang rindang dengan suasana sejuk. Terdapat air terjun Matajitu dan Diwu Mbai. Memiliki beberapa pantai seperti Tanjung Pasir dan Tekat Sagele.

Gunung Tambora

Gunung Tambora | Sumber: Wikipedia

Gunung ini pernah meletus dengan dahsyat pada 11 April 1815 dan menyebabkan iklim dunia berubah. Masuk dalam level Volcanic Explosivity Index (VEI) 7 dari skala 0-8 sehingga menjadi letusan terdahsyat di dunia. Memiliki ketinggian 4.300 mdpl sebelum meletus dan menjadi 2.851 mdpl setelah meletus. Letusan tersebut membentuk kaldera dengan diameter 7 km dan kedalaman kurang lebih 1 km.

Saat ini Gunung Tambora menjadi Taman Nasional ditetapkan pada 11 April 2015. Memiliki 5 jalur pendaikan berdasarkan peta penataan zonasi dan baru 4 yang diresmikan. Rumah bagi berbagai macam flora dan fauna.

Togean

Kepulauan Togean | Sumber: Blibli.com

Kepulauan Togean yang terletak di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah ini juga memiliki ratusan jenis binatang laut yang dilindungi. Hal tersebut berdasarkan catatan dari Balai Taman Nasional Kepluauan Togean (TNKT). Kepualuan yang terbentuk karena aaktivitas vulkanis tersebut dikelilingi bukit karang.

Setiap Cagar Biosfer UNESCO merupakan laboratorium langit terbuka untuk pembangunan berkelanjutan, sebagai solusi nyata dan langgeng dan inovasi serta praktik yang baik. Mereka berupaya merekonsiliasi aktivitas manusia dengan konservasi keanekaragaman hayati melalui penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Terdapat 16 cagar biosfer dari 11 negara yang ditetapkan sebagai Cagar Bisofer Dunia termasuk yang berada di Indonesia dan menyetujui perpanjangan delapan cagar biosfer yang ada.

Sementara itu, Lombok juga ditunjuk oleh UNESCO melalui pertemuan yang sama pada hari pertama pertemuan yakni Senin 17 Juni 2019 sebagai tuan rumah 13rd South East Biospher Reserve Network.

Catatan Kaki: kompas.com | tempo.co | travelingyuk.com | tempo.co | cnnindonesia.com | kumparan.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Menulis untuk Indonesia yang Lebih Baik Sebelummnya

Menulis untuk Indonesia yang Lebih Baik

Semen Indonesia Raih Penghargaan Perusahaan Terbaik Tingkat Asia Tenggara Selanjutnya

Semen Indonesia Raih Penghargaan Perusahaan Terbaik Tingkat Asia Tenggara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.