Kontribusi Perempuan Penulis untuk Indonesia

Kontribusi Perempuan Penulis untuk Indonesia
info gambar utama

Indonesia adalah Ibu Pertiwi, sebuah personifikasi yang mengibaratkan Tanah Air sebagai ibu pemberi kehidupan.

Tidak bisa dipungkiri ketika negeri ini merayakan Pemilu yang baru lalu, keragaman Indonesia, suku, agama, ras dan antargolongan digunakan untuk kepentingan politisasi.

Ujaran kebencian, berita hoaks, bertebaran di berbagai media berpotensi memicu perpecahan. Kumandang lagu nasional Kulihat Ibu Pertiwi terasa mewakili situasi ini.

Kulihat ibu pertiwi | Sedang bersusah hati | Air matanya berlinang | Mas intannya terkenang…

Sama halnya dengan Indonesia, perempuan penulis memiliki keutamaan seorang ibu yaitu melahirkan dan melantan kehidupan, karena tumbuh dalam naungan ibu pertiwi yang terjalin dari kemajemukan.

Tentu saja yang diusahakan hendaknya kehidupan damai sejahtera berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika. Perempuan penulis dapat berkontribusi bagi kesatuan Indonesia dalam ramuan aksara.

Jangan pikir terlalu muluk untuk sebuah kata kontribusi. Perempuan penulis bisa mulai dengan hal kecil dari diri sendiri. Saatnya menyumbangkan apa yang kita bisa untuk mengembangkan Indonesia, misalnya seperti beberapa hal, berikut:

Membangun kesadaran dan cara pandang baru tentang Indonesia

Ayah saya bilang setiap kita tidak dapat memilih dilahirkan dalam kondisi apa, kapan, di keluarga, suku atau negara mana. Semua itu adalah ketentuan pemberian Tuhan, bukan pilihan manusia.

Lantas, untuk segala sesuatu seperti kelahiran kita di Indonesia, bisa jadi ada alasan istimewa, sebuah rencana besar yang Tuhan percayakan. Kita hanya perlu bersyukur, mencintai dan merawat kepercayaan tersebut.

Bila kita memilih jalan menjadi perempuan penulis, maka mulailah menyuarakan kebaikan Indonesia, mengangkat tema tentang Indonesia, pluralisme dan keharmonisannya.

Memupuk kebanggaan akan Indonesia

Perempuan penulis yang lahir dan besar di bumi pertiwi memiliki kewajiban menularkan kesadaran untuk menegakkan keutuhan, persatuan, dan kesatuan Indonesia.

Salah satu caranya dengan menyiarkan kabar baik, membukukan keunggulan Indonesia agar menancapkan rasa bangga dan cinta Tanah Air para pembaca. Perempuan penulis dapat mewartakan keindahan alam, kuliner, warisan budaya, suku, adat istiadat dan kekhasan daerah masing-masing, karena Indonesia begitu luas, banyak hal dapat dieksplor dan dituangkan dalam karya tulis.

Bila setiap penduduknya sudah merasa memiliki, diharapkan akan mengawal dan membela Indonesia dari setiap gangguan yang bisa mengoyak kedaulatannya, baik dari luar maupun dalam negeri.

Gunung api purba Nglanggeran, Gunung Kidul @jelajahsuwanto
info gambar

Menjaga dan melestarikan kekayaan Indonesia

Perempuan penulis perlu mempengaruhi pembacanya untuk memelihara kelestarian alam, lingkungan, cagar budaya, adat serta bahasa Indonesia. Lewat karya, perempuan penulis dapat mengajak setiap generasi untuk peduli dan tidak melupakan sejarah.

Mengusahakan kelestarian bangsa menjadi hal yang penting agar kelak generasi penerus dapat mewarisi dan memanfaatkan kearifan-kearifan lokal yang dimiliki Indonesia.

Menginspirasi lewat keteladanan Indonesia

Alih-alih mengecilkan Indonesia karena segala kekurangannya, perempuan penulis dapat melansir tindakan positif dan mengemukakan keteladanan dari setiap sudut Indonesia.

Sejatinya penduduk Indonesia itu ramah, gigih dan memiliki tepa salira yang tinggi. Perempuan penulis dapat mengangkatnya dalam cerita agar banyak orang terinspirasi, syukur-syukur dapat berlomba-lomba dalam keteladanan bagi Indonesia yang lebih baik.

jelajahsuwanto
info gambar

Tidak menuliskan berita hoaks atau berita palsu untuk kepentingan suatu golongan

Ketika kecanggihan teknologi dan arus deras informasi seakan tak terbendung, perempuan penulis harus hadir melawan hoaks. Tegas tidak memproduksi hoaks dan menyebarkannya adalah wujud nyata dari menjaga ibu pertiwi agar tak berlinang air mata.

Sebab, nyata-nyata masih banyak penduduk Indonesia yang kurang bijak dalam menyaring berita, mudah tersulut dan dihasut. Perempuan penulis semestinya dapat memenuhi ruang-ruang digital dengan informasi yang menebar pesan perdamaian.

Perempuan penulis berani menyuarakan pendapatnya untuk Indonesia

Perempuan penulis harus peka dan berani mengutarakan keresahan, ketimpangan sosial, dan penderitaan yang ada di Indonesia. Jangan takut pada penguasa.

Baik tuliskan baik, kurang tuliskan kurang, lalu mencari solusi bersama, karena Indonesia akan lebih maju bila masyarakatnya jujur, saling mengingatkan dan mau berubah untuk kebaikan.

Beberapa hal sederhana di atas dapat menjadi kontribusi perempuan penulis bagi Indonesia. Dengan karakteristik seorang ibu yang mengayomi, perempuan penulis dapat merangkai buah pikirannya menjadi karya yang khas, penuh rasa, dan menggugah semangat toleransi.

Ibu Pertiwi perlu terus didukung dan dicintai oleh setiap warganya, termasuk perempuan penulis. Kelak lantunan lagu Kulihat Ibu Pertiwi tak lagi bersusah hati tapi menggembirakan dan penuh harapan.

Kulihat Ibu Pertiwi | Kami datang berbakti | Lihatlah putra-putrimu | Menggembirakan ibu.

Ibu kami tetap cinta | Putramu yang setia | Menjaga harta pusaka |Untuk nusa dan bangsa.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SR
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini