Peneliti UI Digaet Dunia Internasional Tangani Bencana Alam

Peneliti UI Digaet Dunia Internasional Tangani Bencana Alam

"Pencarian Riung Gunung Puncak" © Rangga Firmansyah | BMKG.go.id

Universitas Indonesia atau UI, kembali mengharumkan nama bangsa lantaran penelitinya yang tergabung dalam Center for Sustainable Infrastructure Development atau CSID terlibat dalam sebuah proyek inovasi peningkatan ketahanan kota terhadap bencana di sejumlah negara.

Seperti yang dilaporkan Viva.co.id, proyek bernama Building European Communities’ Resilience and Social Capital (BuildERS) - Membangun Ketahanan dan Modal Sosial Masyarakat Eropa ini dikoordinasikan oleh Pusat Penelitian Teknis VTT Finlandia dengan melibatkan 17 institusi akademik, pemerintah dan swasta dari 10 negara yang berasal dari Eropa, Indonesia, dan Amerika Serikat.

Dari Indonesia yang menjadi ketua riset adalah Mohammed Ali Berawi yang juga menjabat sebagai Direktur CSID UI. Proyek ini bertujuan meningkatkan ketahanan kota terhadap sebuah bencana dengan berbasis teknologi. Dengan konsep ini, maka deteksi terhadap bencana dapat diketahui serta jumlah korban yang menjadi bencana pun dapat diminimalisir.

Muhammad Ali Berawi. Foto: Viva.co.id
Muhammad Ali Berawi. Foto: Viva.co.id

"Ketahanan masyarakat terhadap bencana bergantung pada peran pemerintah dan partisipasi organisasi masyarakat merancang dan menerapkan kebijakan untuk dapat menangani dan memitigasi risiko krisis dan kerugian dari bencana serta bagaimana perilaku warga secara individu dan kolektif untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi bencana," kata Ali Kamis (13/6) pada Media Indonesia.

Proyek BuildERS diharapkan mampu menghasilkan sistem ketahanan masyarakat terhadap bencana, tidak hanya dapat diterapkan di Eropa akan tetapi juga pada negara-negara lainnya. Proyek ini dimulai Mei 2019 sampai dengan tahun 2021.

"Ini adalah kolaborasi internasional sehingga risetnya dilakukan bersama untuk bangun sistem ketahanan kota terhadap bencana. Konsorsium membangun sistem bersama menggunakan IT, terutama mobile phone data," tambahnya.

Sejumlah petugas dan relawan mengevakuasi korban luka saat simulasi evakuasi mandiri Gunung Merapi. Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah petugas dan relawan mengevakuasi korban luka saat simulasi evakuasi mandiri Gunung Merapi. Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

BuildERS akan mengembangkan dan menerapkan teknologi informasi dan media sosial untuk dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dan membangun modal sosial bersama. dia pun berharap pihaknya dapat berkerjasama erat dengan pihak BNPB, BUMN, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat terkait untuk dapat menerapkan sistem ketahanan berbasis teknologi informasi ini.

"Diharapkan pemanfaatan teknologi informasi ini dapat digunakan untuk manajemen penanganan pada lokasi bencana, bantuan dan penyelamatan. Melalui aplikasi data jaringan handphone diharapkan dapat secara cepat menghasilkan aksi penanganan bencana yang lebih efektif dan responsif," ujar dia.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Begini Lompatan Tajam Peringkat Kampus-kampus Indonesia di Kancah Internasional Sebelummnya

Begini Lompatan Tajam Peringkat Kampus-kampus Indonesia di Kancah Internasional

Imbas Kemacetan dan Efeknya ke Daya Saing Selanjutnya

Imbas Kemacetan dan Efeknya ke Daya Saing

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.