Kenalan Yuk Sama Bubur Roomo!

Kenalan Yuk Sama Bubur Roomo!

Bubur roomo makanan khas Kota Gresik © elliselmakkiarief

Kota Gresik tak hanya kaya akan wisata religi Sunan Malik Ibrahim dan Sunan Giri saja. Namun, kota ini juga memiliki makanan khas yang sangat banyak, seperti pudak, nasi krawu, otak-otak bandeng, sayur menir, dan bubur roomo.

Gapura Candi Bentar Gresik l Sumber: @romihabibi

Sebagian orang mungkin hanya mengetahui makanan khas Kota Gresik adalah nasi krawu saja. Dikarenakan nasi krawu sudah dijual di berbagai kota khususnya Pulau Jawa.

Bubur roomo l Sumber: travelingyuk.com

Namun, ada juga makanan khas Gresik yang tak kalah ramai peminatnya dibanding nasi krawu. Makanan ini bernama bubur roomo. Bubur roomo atau yang biasa disebut bubur rumo ini berasal dari Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Dikutip dari beritagresik.com, bubur roomo ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Konon ada seorang wanita setengah baya yang kebingungan menghidupi keluarganya di Desa Roomo. Kemudian, wanita itu bertemu dengan seorang Wali, akhirnya Wali tersebut memberi saran kepada wanita tersebut untuk menjual desanya.

Setelah mendengar perkataan wali tersebut, wanita itu merasa kebingungan. Namun akhirnya, sang wanita mengerti maksud dari perkataan wali, dan akhirnya wanita itu menjual nasi aneh yang diberi nama nasi roomo. Nasi tersebut dipercaya dapat memperkenalkan Desa Roomo itu sendiri.

Tekstur bubur roomo l Sumber: @infogresik

Bubur roomo memiliki tekstur yang sama dengan bubur lainnya namun lebih lembut. Bahan utama dari bubur ini yaitu campuran tepung, udang, cabe besar, lengkuas, kunyit, dan bawang putih. Jika dilihat sekilas bubur roomo hampir mirip dengan bumbu sate padang.

Memiliki rasa yang gurih dan sedikit pedas membuat bubur ini digemari masyarakat Gresik.

Bubur ini biasanya disajikan dengan nasi atau lontong, namun banyak juga yang hanya memakan buburnya saja. Dibungkus dengan kertas minyak yang dilapisi daun pisang yang biasa disebut takir, bubur ini dilengkapi dengan sayuran hijau, koya yang terbuat dari parutan kelapa yang disangrai, sambal, dan aneka kerupuk yang diremukkan seperti kerupuk udang, kerupuk bawang, dan lainnya

Bubur roomo ini biasa dipatok dengan harga Rp 10.000–Rp 12.000. Namun sayangnya bubur roomo ini sudah jarang ditemui. Tak seperti nasi krawu yang memiliki gerai warung makan yang melimpah dan tersebar di berbagai wilayah di Kota Gresik. Tak ada warung makan yang menyediakan bubur roomo sebagai menu utamanya.

Salah satu penjual bubur roomo l Sumber: @sukmaoktavia

Bubur roomo ini biasanya dijual dengan menggunakan besek (wadah dari anyaman bambu) yang berukuran besar dan dijual di trotoar jalan. Seperti bubur pada umumnya, Bubur roomo paling enak dimakan sebagai sarapan di pagi hari.

Bubur ini dapat dijumpai di sekitar Alun-Alun Kota Gresik, Wahana Ekspresi Poesponegoro, dan pasar-pasar yang ada di Kota Gresik. Bubur roomo akan lebih banyak ditemui pada hari Minggu pagi di sekitar Alun-alun Kota Gresik dan Pasar Gresik.

Jika berminat membeli bubur ini, kalian harus bersabar karena antrian pembeli yang banyak di setiap lokasi penjualannya.

Para pembeli biasanya memakan langsung bubur roomo di tempat. Maka dari itu biasanya penjual menyediakan sendok yang terbuat dari daun pisang yang dilipat jadi dua. Ini tentunya menambah keunikan dari bubur roomo itu sendiri.

Banyaknya minat masyarakat Gresik terhadap bubur roomo tak menjadikan bubur ini melebarkan wilayah dan jumlah penjualnya.

Kelangkaan penjual bubur roomo ini sendiri dikarenakan banyaknya makanan baru yang menggeser makanan tradisional. Tak hanya itu, beberapa orang juga beranggapan bahwa jika penjual bubur roomo bukan warga asli Desa Roomo, maka bubur roomo akan tidak seenak pada umumnya.


Catatan kaki: beritagresik.com l merahputih.com l idntimes.com

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Indonesia Bawa Warna Baru dalam ASEAN COSTI Meeting 2019 Sebelummnya

Indonesia Bawa Warna Baru dalam ASEAN COSTI Meeting 2019

Learning by Teaching Selanjutnya

Learning by Teaching

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.