Perempuan Penulis dan Upaya untuk Mempopulerkan Keunikan Kuliner Indonesia

Perempuan Penulis dan Upaya untuk Mempopulerkan Keunikan Kuliner Indonesia

© Estelita Zainal

Sungguh beruntung menjadi seorang perempuan penulis yang menjalankan profesinya di negara sekaya Indonesia. Bagaimana tidak? Sejak tahun 1596 bangsa Belanda sudah datang dan menancapkan kuku mereka di negara kita tercinta ini.

Untuk apa? Tidak lain karena mereka tertarik mengambil dan menguasai kekayaan Indonesia berupa rempah-rempah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sebagai negara kepulauan yang mempunyai sekitar 17.500 pulau dan terbagi dalam 34 provinsi, Indonesia mempunyai kebudayaan dan adat istiadat yang sangat kaya dan beragam. Keberagaman budaya ini mempengaruhi juga kekayaan kuliner di Indonesia.

Masakan Indonesia yang kaya akan rempah-rempah dan bahan-bahan berkualitas yang tumbuh dengan subur di seluruh tanah Indonesia telah menarik perhatian seluruh dunia.

Yang paling membanggakan adalah CNN Travel telah dua kali menobatkan rendang dari Indonesia sebagai makanan terlezat di dunia. Dari 50 makanan terlezat di dunia, rendang masih tidak tergoyahkan.

Kekayaan kuliner Indonesia ini telah menarik perhatian penulis-penulis asing dari luar Indonesia. Kita bisa menemukannya dalam banyak tulisan dari para travel writer asing. Bagaimana dengan penulis Indonesia sendiri?

William Wongso, salah seorang penggiat kuliner Indonesia dengan bukunya yang berjudul Flavors of Indonesia: William Wongso"s Culinary Wonders, telah menyabet penghargaan utama sebagai Best Cookbook of the Year.

Seorang koki wanita Indonesia, Petty Eliot, dengan bukunya yang berjudul Jakarta Bites: Exploring Vibrant Street Food from the Heart of Indonesia, juga berhasil meraih penghargaan sebagai buku masak terbaik untuk kategori street food.

Kedua koki dan penulis buku kuliner Indonesia tersebut meraih penghargaan di ajang Gourmand World Cookbook Awards yang diselenggarakan di Yantai, Tiongkok pada bulan Juni 2017.

Kedua tokoh di dunia kuliner di atas hanya merupakan sebagian kecil saja dari deretan penulis buku tentang masakan Indonesia yang sudah mendunia.

Apakah menulis buku tentang kuliner Indonesia hanya bisa dilakukan oleh seorang koki atau chef terkenal? Jawabannya adalah tidak.

Seorang perempuan penulis yang tidak mempunyai latar belakang di dunia kuliner juga bisa mempromosikan Indonesia melalui tulisan .

Kenapa harus penulis perempuan? Bukankah penulis laki-laki juga bisa melakukannya? Tentu saja karena sudah menjadi kodrat perempuan untuk menyiapkan masakan yang enak sekaligus sehat dan bergizi untuk keluarga.

Pengalaman memasak di rumah sehari-hari jika ditulis dengan menarik juga bisa menarik perhatian pembaca. Misalnya saja tentang bagaimana cara menyiasati keuangan yang jumlahnya terbatas, tetapi tetap bisa menyajikan masakan yang enak, bergizi dan disukai seluruh anggota keluarga.

Bukankah ini masalah yang sangat emak-emak? Penulis laki-laki belum tentu bisa menuliskannya.

Hal-hal menarik apa yang bisa dijadikan tulisan tentang masakan Indonesia oleh perempuan penulis? Sangat banyak.

Masakan Indonesia yang dari waktu ke waktu telah mengalami banyak perkembangan karena pengaruh budaya Tiongkok, Belanda, Timur Tengah serta India mempunyai banyak hal menarik untuk ditulis dan dibukukan. Apa saja misalnya?

Kebanyakan masakan Indonesia menggunakan santan kelapa, berbagai jenis cabai, rempah-rempah, gula dan asam jawa, serta terasi. Masakan tradisional Indonesia sangat jarang menggunakan santan instan, pewarna dan pemanis buatan serta pengharum masakan.

Jadi, dari mana masakan Indonesia mendapatkan bahan-bahan berkualitas untuk menghasilkan masakan-masakan yang lezat dan berkualitas?

Indonesia telah diciptakan dengan begitu kaya dan unik. Tanahnya sangat subur, sehingga semua jenis tanaman bisa tumbuh dan berkembang dengan mudah. Jenis tanaman yang sering digunakan dalam masakan Indonesia, antara lain:

Kelapa

Pohon kelapa jumlahnya sangat banyak di seluruh Indonesia. Setiap saat kelapa bisa kita dapatkan di mana saja dengan harga relatif murah. Di pasar-pasar, kita bisa membeli kelapa dan meminta penjualnya untuk memarut dan mengambil santan kelapa dengan mesin.

Santan kelapa dari Indonesia juga digunakan sebagai bahan untuk membuat VCO (Virgin Coconut Oil) dan telah diekspor ke berbagai negara. VCO dari Indonesia merupakan yang terbaik di dunia.

Cabai

Tanaman cabai dengan berbagai jenisnya tumbuh di seluruh bagian Indonesia. Kita bisa menemukan cabai merah, cabai rawit dan cabai hijau dengan sangat mudah.

Indonesia juga mempunyai berbagai jenis cabai rawit merah yang sangat pedas. Tingkat kepedasannya bahkan bisa mengalahkan cabai Jalapeno yang merupakan kebanggaan orang Meksiko.

Rempah-rempah

Tidak diragukan lagi, rempah-rempah dari Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia sejak dahulu. Berbagai jenis rempah-rempah seperti lada, ketumbar, kayu manis, jintan, kapulaga dan pekak selalu digunakan dalam masakan Indonesia.

Rempah-rempah Indonesia ini juga sudah diekspor ke berbagai belahan dunia. Lada dan cengkeh dari Indonesia mempunyai nilai jual yang tinggi. Cengkeh dari Indonesia yang juga digunakan sebagai bahan pembuat rokok mempunyai kualitas yang terbaik di dunia.

‌Pewarna makanan alami

‌Pewarna makanan alami selalu digunakan dalam masakan Indonesia. Bahannya didapat dari berbagai tanaman yang tumbuh subur di Indonesia. Kualitasnya tidak kalah dengan pewarna buatan dan udah pasti lebih aman untuk dikonsumsi.

‌Pewarna alami dalam masakan Indonesia, antara lain:

‌‌Hijau dari daun pandan, suji dan katuk.

‌Merah dari buah bit dan buah naga

Kuning dari kunyit

‌Oranye dari ubi merah

Biru dari bunga telang

Ungu dari ubi ungu

Hitam dari abu merang

Pengharum alami

Tidak hanya pewarna alami, masakan Indonesia juga selalu menggunakan pengharum alami dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia, sebagai berikut:

Daun pandan untuk aneka bubur, kolak dan kue

Daun jeruk untuk gulai, opor, peyek dan kue

Daun kemangi untuk pepes

Daun kari untuk gulai dan masakan berbahan ikan

Masakan Indonesia selalu terbuat dari bahan-bahan segar dan berkualitas yang berpadu dengan berbagai rempah serta pewarna dan pengharum alami. Sebagai pelengkap masakan Indonesia, jangan lupakan sambal asli Indonesia yang sungguh mengundang selera. Sambal selalu hadir di meja makan keluarga Indonesia setiap hari.

Sungguh banyak yang bisa dijadikan bahan tulisan mengenai rahasia kelezatan masakan Indonesia. Sebuah tantangan besar bagi perempuan penulis di Indonesia untuk lebih banyak lagi memperkenalkan keunikan masakan Indonesia di mata dunia.

Jangan sampai suatu saat nanti kita harus mencari buku dari penulis asing jika ingin mengetahui tentang masakan Indonesia.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

OYTW 2019: Harmoni dalam Keberagaman Sebelummnya

OYTW 2019: Harmoni dalam Keberagaman

Pesan Perdamaian Melalui Rumah Sakit Indonesia di Myanmar Selanjutnya

Pesan Perdamaian Melalui Rumah Sakit Indonesia di Myanmar

Estelita Zainal
@estelita_zainal

Estelita Zainal

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.