Ternyata Indonesia Juga Memiliki Sistem Penanggalan

Ternyata Indonesia Juga Memiliki Sistem Penanggalan

pexels

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sistem penanggalan ternyata tidak hanya dimiliki oleh bangsa cina atau negara lain, Indonesia - khususnya Jawa - juga memiliki sistem penanggalan yang dikaitkan dengan ativitas pertanian.

Sistem kalender tersebut digunakan untuk kepentingan bercocok tanam atau juga menangkap ikan. Kalender Pranata Mangsa ini memiliki sistem dan dibuat berdasarkan pada peredaran Matahari.

Siklus yang dimiliki oleh kalender ini yaitu setahun dengan periode 365 atau 366 hari. Penanggalan ini memiliki pedoman untuk membaca gejala alam yang akan bermanfaat untuk kegiatan pertanian, persiapan menghadapi bencana (seperti : kekeringan, wabah penyakit, serangan pengganggu tanaman, atau banjir).

Para Petani dan Nelayan

Sumber : maritimnews

Sistem penanggalan Pranata mangsa diwariskan dari mulut ke mulut. Kalender ini juga bersifat dibatasi oleh tempat dan juga waktu, bisa dikatakan sistem penanggalan pada suatu tempat akan berbeda dan tidak berlaku di tempat lain. Contohnya penggunaan kalender ini adalah, Petani menggunakan pedoman kalender ini untuk menentukan awal masa tanam, sedangkan Nelayan menggunakannya sebagai pedoman ini untuk melaut atau memprediksi jenis tangkapan.

Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Sumber : IbnuAsmara

Masyarakat yang berada di wilayah antara Gunung Merapi dan Gunung Lawu juga memiliki sistem penanggalan sendiri. Dalam setahun, sistem penanggalan ini dibagi menjadi empat musim, yaitu :
- Musim kemarau atau ketigå (88 hari)
- Musim pancaroba menjelang hujan atau labuh (95 hari)
- Musim hujan atau dalam bahasa Jawa disebut rendheng (baca [rəndhəŋ ], 95 hari)
- Pancaroba akhir musim hujan atau marèng (IPA:[marɛŋ], 86 hari)

--

Diambil dari berbagai sumber

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga40%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau40%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tiga Negara dalam Satu Kota Surabaya Sebelummnya

Tiga Negara dalam Satu Kota Surabaya

53 Tahun ASEAN: Menjawab Tantangan Di Depan Mata Selanjutnya

53 Tahun ASEAN: Menjawab Tantangan Di Depan Mata

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.