Suhu Dingin Ketika Kemarau Ternyata Ada "Jadwalnya" dari Dulu

Suhu Dingin Ketika Kemarau Ternyata Ada "Jadwalnya" dari Dulu

sukita.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Akhir-akhir ini masyarakat Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya merasakan fenomena yang biasa terjadi menjelang musim kemarau.

Menurut Teguh Tri Susanto, Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda mengatakan cuaca dingin dan angin kencang akan terjadi pada bulan ini (Juni) sampai Agustus. Hal ini mengakibatkan curah hujan akan menurun, namun menyisakan hujan lokal di dataran tinggi atau pegunungan saja. Lalu suhu pada siang hari akan cenderung kering dan panas, namun pada malam hari menjadi dingin hingga puncaknya pada dini hari.

Ternyata fenomena ini sudah ada sejak dahulu dan masuk ke dalam Pranata Mangsa, yaitu sistem penanggalan yang dikaitkan dengan aktivitas pertanian, khususnya untuk kepentingan bercocok tanam atau penangkapan ikan.

Fenomena tersebut memiliki istilah dalam bahasa jawa, yaitu Bediding, sebutan untuk perubahan suhu yang mencolok khususnya di awal musim kemarau.

Ketika Bediding, suhu udara menjadi sangat dingin menjelang malam hingga pagi hari, sedangkan di siang hari suhu akan terasa panas menyengat.

Pada Pranata Mangsa, Bediding adalah salah satu dari 12 musim (mangsa). Bediding masuk ke mangsa (musim) Sada (Asuji) yang memiliki rentang waktu di tanggal 12 Mei - 21 Juni (41 Hari). pada rentang waktu tersebut, memiliki ciri-ciri suhu udara yang menurun dan terasa dingin.

--

Sumber : BMKG, CNN Indonesia, Suara.com, Wikipedia, sukita.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih8%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Ternyata Indonesia Juga Memiliki Sistem Penanggalan (Part 2) Sebelummnya

Ternyata Indonesia Juga Memiliki Sistem Penanggalan (Part 2)

Fenomena Alam Hujan Meteor Perseid Bisa Disaksikan di Langit Indonesia Selanjutnya

Fenomena Alam Hujan Meteor Perseid Bisa Disaksikan di Langit Indonesia

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

1 Komentar

  • Sabgat informatif

    Sangat bagus

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.