Adopsi Karang untuk Rehabilitasi Terumbu Karang di Bunaken

Adopsi Karang untuk Rehabilitasi Terumbu Karang di Bunaken

Adopsi Bayi Karang di Taman Nasional Bunaken © Wira Sanjaya/ Coral Triangle Center

Sebagai upaya untuk memperkuat ketangguhan terumbu karang di Taman Nasional Bunaken dari berbagai ancaman seperti pencemaran plastik dan perubahan iklim, Grand Luley Manado dan mitranya, Coral Triangle Center (CTC), pada hari ini meluncurkan perluasan dari program rehabilitasi karang.

Selama acara peluncurannya, Ir. Wiratno, M.Sc, Direktur Jenderal KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem) dan pejabat pemerintahan Manado, memberi label atas bayi karang yang kemudian ditransplantasi di sekitar Mermaid Dive Site bersama dengan beberapa patung.

Program Adopsi Karang (Adopt a Coral) bertujuan untuk memulihkan dan memperkuat ekosistem terumbu karang di Bunaken dengan mentransplantasi bayi karang atau bagian dari karang hidup agar menjadi terumbu karang baru.

Bayi-bayi karang yang berasal dari induk koloni di lokasi yang sama akan dirawat oleh anggota dari Grand Luley guna memastikan karang-karang tersebut tumbuh dengan kuat dan membentuk terumbu karang yang sehat.

Ketika karang-karang tersebut tumbuh dengan seutuhnya, terumbu karang akan menjadi rumah dan tempat berkembang biak bagi ribuan ikan karang.

Grand Luley dan CTC memulai program adopsi karang ini pada tahun 2016 dengan mentransplantasi 200 fragmen karang. Fragmen-fragmen karang ini telah berhasil tumbuh menjadi terumbu karang muda.

Oleh karenanya, program ini akan diperluas dengan menambah lebih banyak bayi karang yang akan membantu melestarikan terumbu karang di Taman Nasional Bunaken.

Taman nasional yang dibentuk pada tahun 1991 ini merupakan Taman Laut Nasional pertama di Indonesia dan menjadi tempat hidup bagi 390 spesies karang dan banyak ikan, moluska dan spesies hewan laut karismatik seperti lumbalumba, paus dan ikan duyung.

Instalasi Karang Keramik Mini
Instalasi Karang Keramik Mini | Foto : Ricko Gabriel/CTC

Sebagai bagian dari program ini, Grand Luley dan CTC juga meluncurkan instalasi karang keramik mini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan konservasi terumbu karang.

Pada undangan yang mengadopsi karang dapat menuliskan pesan pribadi dan melakukan simulasi penandaan karang menggunakan instalasi karang keramik ini.

“Instalasi karang keramik ini menunjukkan kerapuhan dan keindahan dari terumbu karang dalam menghadapi ancaman seperti perubahan iklim,” ucap Direktur Eksekutif CTC Rili Djohani.

“Dengan bekerja sama dengan Grand Luley dan rekan-rekan dari industri pariwisata dalam mendukung konservasi laut dan praktek-praktek pariwisata laut yang berkelanjutan, kami berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap terumbu karang dan menghargai pentingnya terumbu karang bagi kehidupan sehari hari kita dan mengapa kita perlu untuk menjaganya.”

Suzy Hutomo, pemilik hotel Grand Luley Manado menyampaikan, “Grand Luley sebagai pihak swasta berkomitmen untuk mendukung rehabilitasi terumbu karang di Taman Nasional Bunaken melalui program adopsi terumbu karang bekerja sama dengan berbagai pihak seperti; Balai Taman Nasional Bunaken, Pemerintah Daerah dan Coral Triangle Center (CTC) – dengan mengadopsi instalasi keramik mini/Coral Adoption Dry Tagging Wall“.

Pada kesempatan ini, para peserta juga mendapat kesempatan untuk mengikuti lokakarya pembuatan karang keramik yang difasilitasi oleh Coral Triangle Center.

Instalasi karang keramik mini ini adalah bagian dari instalasi karang keramik Semesta Terumbu Karang atau Coral Universe yang dipasang di CTC Center for Marine Conservation di Sanur, Bali.

Semesta Terumbu Karang atau Coral Universe merupakan bagian dari program ilmu pengetahuan dan seni di CTC yang menjadi alat utama untuk menyebarkan pesan konservasi kepada berbagai audiensi.

Seniman asal Amerika Serikat bernama Courtney Mattison mendesain karya seni ini bekerja sama dengan seniman Indonesia yaitu Ricko Gabriel, Alfiah Rahdini, Sasanti Puri Ardini dan Agung Ivan WB dengan melibatkan 300 relawan.

Karya ini dibuat atas kerja sama CTC dengan Jenggala dan Teknologi Industri Kreatif Keramik (BPPT-BTIKK) serta para seniman lokal.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Permen Pencegah Kanker Bikin Thailand Terpukau Sebelummnya

Permen Pencegah Kanker Bikin Thailand Terpukau

Minang dan Kabau: Nama Kecil Kota Padang Selanjutnya

Minang dan Kabau: Nama Kecil Kota Padang

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.