Indonesia Sambut "Kepulangan" Hewan Endemik Pulau Rote

Indonesia Sambut "Kepulangan" Hewan Endemik Pulau Rote
info gambar utama

Indonesia akan menerima sejumlah kura-kura berleher ular, yang merupakan hewan endemik Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur, dari Singapura.

“Pemulangan” tersebut akan dilakukan melalui program reintroduksi yang dijalankan oleh Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP) ) dan Suaka Margasatwa Singapura.

Kura-kura, yang akan dikirim ke Indonesia dalam beberapa bulan ke depan, telah dikembangbiakkan oleh organisasi di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Austria. Sekitar 26 individu yang dibiakkan di AS dan Austria kini disimpan di Kebun Binatang Singapura. Namun, berapa banyak dari mereka yang akan dikirim ke habitat alami mereka di rumah leluhur mereka masih dalam negosiasi, ujar Timbul Batubara, kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur, mengatakan pada hari Sabtu.

Spesies, yang disebut Penyu berleher ular Pulau Roti, masuk dalam daftar merah Persatuan Konservasi Alam (IUCN - International Union for Conservation of Nature) dan dikategorikan sebagai sangat terancam punah. Pulau Roti adalah nama lain untuk Pulau Rote.

Spesies ini tidak lagi dapat ditemukan di habitat aslinya di Danau Peto di Pulau Rote. Kepunahan mereka di sana telah disalahkan pada "eksploitasi berlebihan" dan konversi danau alami dan sekitarnya menjadi tanah pertanian, kata Timbul.

Pemulangan 26 individu kura-kura berleher ular dari Singapura iniakan menjadi yang pertama dari beberapa, tambahnya. Tidak jelas berapa banyak individu dari spesies ini yang tersebar di seluruh dunia.

"Kami akan melakukan beberapa fase pemulangan dari berbagai sumber yang berbeda, seperti dari Amerika Utara dan Eropa," kata Timbul seperti dikutip oleh kompas.com.

Sumber: Wikipedia
info gambar

"Kami berharap repatriasi dapat dilakukan sebelum tahun ini berakhir," tambahnya.

Kura-kura berleher panjang dikenal karena lehernya yang sangat panjang, sehingga mereka tidak bisa menarik kepala sampai kembali ke cangkang. Kura-kura tersebut termasuk dalam kelompok peninggalan dari suatu spesies yang pernah didistribusikan di seluruh Australia, Nugini, dan Pulau Rote, menurut situs web dari inisiatif konservasi global, EDGE of Existence.

“Ancaman utama bagi spesies ini adalah bahwa hal itu hanya terjadi dalam tiga populasi yang terpisah di Pulau Rote, dengan hanya 70 kilometer persegi habitat yang tersedia,” terang EDGE, menambahkan bahwa spesies tersebut terus menjadi target untuk perdagangan hewan peliharaan dengan mendapat harga tinggi.


Catatan kaki: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini