Berjuta Kuliner Malam di Kota Pelajar

Berjuta Kuliner Malam di Kota Pelajar

Pohon kembar di alun-alun kidul © SPOTUNIK

Saat ini, kita mengenal destinasi wisata sebagai obyek yang menarik dan Instagramable. Banyak orang rela merogoh kocek demi mendapatkan kepuasan saat berlibur, dari transportasi, makanan, wahana, hingga akomodasi yang mahal.

Lain halnya jika kita berkunjung ke Jogja. Salah satu kota yang keratonnya masih berfungsi ini mempunyai berjuta destinasi yang menarik namun tetap terjangkau. Ada banyak kawasan pedestrian dan ruangan terbuka yang nyatanya disukai oleh wisatawan, seperti alun-alun.

Alun-alun secara definisi merupakan lapangan yang terbuka dan luas dengan hamparan rumput yang dikelilingi oleh jalan sebagai pusat kegiatan masyarakat. Sejatinya, alun-alun ini merupakan halaman dari kediaman keraton.

Selain tempatnya yang luas dan di alam terbuka, alun-alun ini menyuguhkan berbagai kuliner yang lezat, alunan musik keroncong, dan tanpa biaya masuk. Banyak atraksi yang ditawarkan di kawasan ini.

Ritual laku masangin | source : rentalmobilyogyakarta.net

Ritual Laku Masangin

Alun-alun kidul atau biasa disingkat alkid ini mempunyai atraksi menarik yang banyak dijajal oleh masyarakat. Dengan cara menutup mata, pengunjung yang penasaran akan melewati kedua pohon itu dan konon katanya dapat menemukan jodohnya dan permohonannya akan terkabul. Namun, sangat jarang ada wisatawan yang bisa melewati pohon ini. Menarik, bukan?

Angkringan | Sumber: artikula.id

Kuliner

Banyak tempat-tempat makan khas Jogja yang jarang ditemui di kota lain, seperti angkringan. Angkringan berasal dari bahasa Jawa, angkring yang berarti alat dan tempat jualan makanan keliling yang pikulannya berbentuk melengkung ke atas. Di Jogja, angkringan merupakan sebuah gerobak dorong yang menjual berbagai makanan dan minuman di pinggir jalan atau sekitar kawasan alun-alun

Tersedia makanan unik bernama nasi kucing, makanan khas Jawa Tengah. Disebut nasi kucing, karena porsi nasi ini yang begitu sedikit seperti makanan kucing. Dengan lauk yang hanya sambal, ikan, dan tempe dengan dibalut daun pisang yang membuat terkesan kuno dan sederhana. Nasi kucing ini hanya dibandrol dengan harga mulai dari Rp 1.000 saja.

Selain itu, di kawasan ini menyediakan minuman-minuman hangat khas daerah ini, karena di ruangan terbuka dan angin malam yang dingin, memang paling cocok jika mencoba wedang bajigur, wedang ronde, dan jagung bakar.

Sumber: Maioloo.com

Atraksi keluarga

Di sini, terdapat banyak atraksi yang dapat dijajal bersama keluarga. Dengan harga yang cukup terjangkau, Kawan GNFI bisa menikmati ini saat malam hari. Terdapat jasa penyewaan sepeda tandem dengan 4 putaran yang dibanderol mulai dari Rp 10.000. Ada juga odong-odong yang berhiaskan lampu warna-warni untuk anak-anak dengan harga mulai Rp 3.000 saja.

Saat sudah mengelilingi Alun-alun Kidul ini, kita bisa mencoba jajanan ringan seperti otak-otak hangat dan roti bakar untuk disantap. Dari alun-alun, kita bisa menyewa andong atau becak untuk menuju kawasan Malioboro degan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Menu mie grabyas | Sumber : TripZilla

Kawasan Malioboro ini sangat ramai wisatawan yang berjalan kaki sambil berfoto atau berbelanja di sekitar kawasan tersebut. Bagaimana tidak, di sepanjang kawasan ini banyak terdapat penjual oleh-oleh seperti batik, gelang, hingga pia yang dijual murah.

Saat menjelang dini hari, di sekitar jalan Malioboro ini terdapat bakmi Jawa yang buka saat tengah malam. Mie Ayam Grabyas RED DOOR ini memang unik dan cocok disantap saat tengah malam jika masih merasa lapar. Dengan harga mulai Rp 15.000, mie ayam ini sangat laris dan duduk lesehan di pinggir jalan Malioboro.

Bagaimana Kawan GNFI? Tertarik untuk mengunjungi Jogja sebagai destinasi liburan?


Catatan kaki: njogja.co.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Cerita dari Mesir: Di Pesawat, Ungkap Sejarah Indonesia yang Hebat Sebelummnya

Cerita dari Mesir: Di Pesawat, Ungkap Sejarah Indonesia yang Hebat

Sirkuit Mandalika di NTB mulai dibangun Oktober ini! Selanjutnya

Sirkuit Mandalika di NTB mulai dibangun Oktober ini!

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.