Tampil Menawan Sembari Cintai Lingkungan

Tampil Menawan Sembari Cintai Lingkungan

Ilustrasi green living © suzettefoxinteriors.com

Gaya hidup ramah lingkungan atau sustainable living saat ini sedang digandrungi di Indonesia. Cara tersebut merupakan salah satu bentuk peduli lingkungan yang bila dilakukan secara terus-menerus dan dalam skala besar akan membawa perubahan baik pada lingkungan.

Beberapa upaya yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan terlihat dari banyaknya kampanye menggunakan tas belanja, plastik berbayar, hingga penggunaan sedotan stainless atau bambu. Google Trends Indonesia juga merekam fakta bahwa pencarian tentang zero waste selalu meningkat dalam kurun waktu 12 bulan.

Fenomena itulah yang mendorong para pengusaha lokal untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan. Seperti Zalmon Fabric dan Osem yang bergerak di bidang sandang.

Zalmon Fabric | Foto: zalmonfabric.com

Zalmon Fabric merupakan printing kain pertama di Indonesia yang kain-kainnya terbuat dari bahan serat alami dan organik (tanpa polyester/plastik). Menggunakan teknologi printing Digital Reactive Dye, sehingga tinta akan langsung dicetak pada permukaan kain tanpa perantara. Berdiri sejak tiga tahun lalu, produk dari Zalmon Fabric juga memasarkan produknya hingga luar negeri.

Osem | Foto: Steller.co

Berbeda dengan Zalmon Fabric, produk dari Osem bukan hanya kain, ada kimono bahkan sarung bantal. Produknya memiliki keunikan, yakni warnanya biru indigo alami dengan corak khas, hasil teknik ikat celup. Tak hanya menjual produk, Osem juga mengadakan kelas membatik untuk mengedukasi masyarakat tentang bahan pewarna ramah lingkungan tersebut.

Produk Cinta Bumi Artisans | Foto: journal.seminoritystudio.com

Lalu ada Cinta Bumi Artisans yang menghasilkan produk mulai dari tote bag, pouch, clutch, aksesori dan koleksi tekstil ramah lingkungan. Bahan untuk memproduksi barang-barang tersebut adalah kulit kayu dari Lembah Bada, Sulawesi Tengah.

Munculnya ide tersebut adalah buah pemikiran dari penggagasnya bernama Noviesta Tourisia. Awalnya ia menjalankan tugas lapangan meneliti budaya di Poso selama dua tahun. Selama meneliti, ia menemukan tradisi pembuatan ranta (kulit kayu dalam bahasa Poso yang ada di Lembah Bada) yang hampir punah akibat berkurangnya jumlah pengrajin.

Lahirlah ide cemerlang untuk bekerja sama dengan 20 pengrajin ranta yang berasal dari empat desa di Lembah Bada, enam penenun Sumba Timur, dan tiga pengrajin tas di Bali. Hasilnya adalah produk buatan tangan khas Indonesia yang ramah lingkungan dengan misi melestarikan budaya tersirat pada setiap produknya.

Produk Wangsa Jelita | Foto: wangsajelita.com

Terakhir adalah Wangsa Jelita, berbeda dengan jenis produk yang sebelumnya diulas, Wangsa Jelita adalah produk kecantikan yang memiliki arti “Dinasti Indah”. Wangsa Jelita memiliki komitmen untuk membantu masyarakat petani dengan memproduksi produk kecantikan yang ramah lingkungan tapi juga berkualitas.

Mawar sebagai bahan baku utamanya, beberapa produk Wangsa Jelita adalah sabun mandi, body lotion, body scrub, hingga body butter. Mulailah cintai lingkungan dengan cara yang sederhana dengan menggunakan produk yang ramah lingkungan.

Sumber: zalmonfabric.com | cosmopolitan.co.id | trends.google.co.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Yufi Eko Firmansyah Aditya Jaya Iswara

Gereja Ini Cuma Ada Dua di Dunia, Salah Satunya di Medan Sebelummnya

Gereja Ini Cuma Ada Dua di Dunia, Salah Satunya di Medan

Minang dan Kabau: Nama Kecil Kota Padang Selanjutnya

Minang dan Kabau: Nama Kecil Kota Padang

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.