Daun Sengkubak Ternyata Berdaya Magis

Daun Sengkubak Ternyata Berdaya Magis

Daun Sengkubak © Femina.co.id

Pernah mendengar soal daun sengkubak?

Bagi orang Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), daun sengkubak tentu sudah sangat familiar karena asal dari daun tersebut adalah dari Kalbar.

Tanaman yang masuk dalam keluarga manispermaceae ini kerap digunakan sebagai penyedap rasa alami. Nama latin dari sengkubak adalah Pycharrhena cauliflora (Miers.) Diels.

Sengkubak dapat ditemukan di Kalimantan Barat pada ketinggian 100-150 m, baik di dataran rendah dan perbukitan. Penggunaan daun sengkubak sebagai penyedap rasa sudah diwariskan secara turun temurun.

Tumbuhan Sengkubak | Sumber: Kapuashulu.info

Masyarakat Dayak di sekitar Taman Nasional Kayan Mentarang menggunakan sengkubak sebagai penyedap rasa. Bahkan bumbu yang berasal dari hutan liar digunakan sekitar 70 % sampai 73 % dan Sengkubak salah satu yang umum digunakan.

Memiliki daun pada tangkai bunga dengan panjang 7,5-21 cm hingga 3-9,5 cm. daun lebih besar bisa mencapai 12,5 cm lebih. Biasanya hidup di antara pohon-pohon besar. Daun yang juga dikenal sebagai daun vetsin tersebut memiliki kandungan asam glutamate, inposin 5-monofosfat (IMP) dan guanosin 5 monofosfat (GMP). Juga adanya kandungan protein, karbohidrat, mineral dan air.

Daun sengkubak | Sumber: Viva.co.id

Pemanfaatan sengkubak tidak hanya sebagai penyedap rasa, tetapi juga sebagai pengobatan luar. Seperti jaram atau sebagai kompres saat demam. Mengobati perut kembung dengan hasil ramuan bahan-bahan campuran bersama daun sengkubak yang telah ditumbuh.

Ramuan tersebut bernama tapal, dapat mengobati perut kembung dan batuk-batuk. Pengobatan sakit demam yang tidak sembuh-sembuh juga bisa dilakukan dengan menggunakan ramuan sengkubak.

Pada masyarakat Dayak, terdapat bagian sengkubak yang disebut buntat (buah). Buntat merupakan bagian yang dipercaya memiliki nilai spiritual/magis sebagai jimat. Buntat dapat digunakan sebagai penangkal bersama kayu Lukai dan bawang merah. Dipercaya oleh Etnis Dayak Siberuang dan Melayu Sintang.

Selain itu, juga dipercaya untuk mengusir makhluk halus termasuk kesurupan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan membakar bahan-bahan/rempah untuk mengeluarkan asapnya, disebut sebagai “merabun”.

Daun juga dapat digunakan saat mandi dengan campuran daun sengkubak, kulit bawang merah, kulit bawang putih, air besar, dan jintan hitam. Digunakan sebagai jimat bersama kulit kayu lukai. Daun sengkubak diletakan di dalam kulit lukai dan diikat.

Kemudian batang dapat digunakan bersama kayu sengkubak, kayu lukai, dan bawang merah. Kayu dibakar beserta kayu lukai, dan dari bakaran tersebut digosok diujung bawang merah, digosokkan ke kuping orang yang mengalami kesurupan.

Sementara itu, penggunaan untuk makanan biasanya diolah dengan ditumbuk halus, diiris tipis-tipis dan diremas-remas kemudian dituangkan ke dalam masakan.

Penggunaannya dengan 3-4 lembar untuk setiap masakan. Daun sengkubak juga bisa disimpan cukup lama dengan menjadikannya sebagai serbuk kemudian disimpan ke dalam botol.

Sengkubak di masyarakat Dayak dikenal memiliki dua jenis yakni sengkubak perempuan yang memiliki akar atau batang merambat dan sengkubak laki-laki memiliki ciri berkayu, tumbuh tegak tidak memanjat pohon lain, memiliki serat yang menjuntai sebagai tempat tumbuhnya bunga dan buah.

Kemudian menurut etnis Melayu, sengkubak memliki jenis sengkubak macan, sengkubak sayur, dan sengkubak rebung.

Penggunaan daun sengkubak sebagai penyedap rasa masih dapat dilihat walaupun saat ini sengkubak termasuk dalam tanaman yang sulit ditemui di lingkungan mereka.

Daun sengkubak yang alami dapat mengurangi penggunaan vetsin dari pabrik. Penggunaan penyedap dari bahan alami dapat mengurangi risiko-risiko karena mengonsumsi vetsin modern.

Catatn Kaki: kapuashulu.info | viva.co.id | jurnalmahasiswa.unesa.ac.id

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli20%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Pasar Turi: Menolak Mati Dilahap Api Sebelummnya

Pasar Turi: Menolak Mati Dilahap Api

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil Selanjutnya

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.