Ke Budug Asu, Mencari Panorama yang Syahdu

Ke Budug Asu, Mencari Panorama yang Syahdu

Budug Asu © michelle_elen

Mengulik tempat wisata di Malang tentu tidak akan ada habisnya. Kota yang dikenal dengan sebutan Kota Apel ini memiliki destinasi wisata yang sangat lengkap. Dari wisata pegunungan hingga pantai tersedia di Kota Malang. Tak heran jika kota ini selalu menjadi tempat pelepas penat.

Namun dengan banyaknya wisatawan membuat jalanan menjadi macet hingga tak sedikit masyarakat yang mengurungkan niat melepas penat di Kota Malang.

Jika kalian membutuhkan tempat yang pas untuk melepas penat tanpa harus dikelilingi banyak orang, maka tempat ini akan sangat cocok bagi kalian.

Budug Asu, ada yang pernah mendengar nama tempat ini?

Budug Asu merupakan sebuah bukit yang berada di Lereng Gunung Arjuna Malang. Penamaan budug Asu dikarenakan di bukit ini masih banyak dijumpai anjing-anjing yang berkeliaran.

Sumber: huda_bil

Bukit ini sangat cocok dikunjungi bagi kalian yang ingin merasakan suasana liburan yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota.

Budug Asu terletak di antara wilayah Kecamatan Lawang dan Singosari. Bukit ini memiliki ketinggian 1.500 hingga 2.000 mdpl.

Perjalanan menuju Budug Asu l Sumber: Atika Puji

Untuk menuju ke bukit ini kalian dapat berjalan kaki atau menggunakan kendaraan seperti motor trail dan mobil jip. Dikarenakan medan yang cukup sulit maka hanya kendaraan-kendaraan tertentu yang dapat sampai ke Budug Asu.

Rute yang dapat kalian lalui yaitu melewati kebun teh Wonosari Lawang, kemudian tinggal mengikuti papan penunjuk jalan yang telah disediakan. Perjalanan dari perkebunan teh Wonosari hingga sampai ke Budug Asu sejauh 5 KM dengan kontur jalan yang naik turun.

Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 2 jam jika berjalan kaki. Dengan medan yang cukup sulit serta perjalanan yang cukup jauh maka sebelum memutuskan untuk ke tempat ini kalian harus mempersiapkan stamina tubuh yang cukup.

Hutan Pinus l Sumber: kagung13.com

Sepanjang perjalanan kalian akan disuguhkan pemandangan hutan pinus yang sangat indah. Sesekali kalian juga akan bertemu dengan anjing liar yang ada di hutan tersebut. Namun jangan khawatir, anjing-anjing itu tidak akan mengganggu asal kalian juga tidak mengganggu anjing tersebut.

Setelah sampai, terdapat loket tiket untuk menuju ke puncak, tiket tersebut dibanderol dengan harga Rp 10.000 untuk hari biasa dan Rp 15.000 untuk hari libur. Kalian akan disuguhkan pemandangan yang sangat indah.

Warung yang terdapat di Budug Asu l Sumber: Atika puji

Di ketinggian 2000 mdpl akan terlihat pemandangan Kota Malang. Tak usah bingung mencari tempat beristirahat, karena di puncak bukit terdapat sebuah warung yang menjual minuman hangat dan makanan ringan. Tak hanya itu, di bukit ini juga sudah disediakan fasilitas toilet umum.

Sumber: wisatamalangku.com

Terdapat beberapa wahana yang tersedia di Budug Asu seperti Climbing, Budug Asu Camp, dan Canyoning melewati tebing dengan bantuan sling baja di atasnya. Tak hanya itu, terdapat juga spot foto berupa papan yang menyerupai serigala. Kalian juga dapat melihat Gunung Arjuna lebih dekat.

Budug Asu juga biasanya digunakan untuk lokasi pemotretran prewedding karena pemandangannya yang sangat bagus.

Namun untuk ke lokasi ini disarankan berangkat sejak pagi sehingga dapat bersantai lebih lama saat sudah di berada di puncak. Hal ini juga disebabkan karena jalur yang dilalui cukup jauh dan fasilitas penerangan jalan yang hampir tidak ada maka dari itu tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan ke Budug Asu pada sore hari.

Tak hanya itu, jika ingin ke Budug Asu juga tidak disarankan untuk berangkat sendirian dikarenakan jalur yang lumayan sepi dan tidak ada pemukiman setelah memasuki hutan pinus.


Catatan kaki: malangmbois.com l idntimes.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Bunga Wijayakusuma, Si Ratu Malam yang Langka Sebelummnya

Bunga Wijayakusuma, Si Ratu Malam yang Langka

Harapan dan Tantangan untuk Energi Terbarukan Selanjutnya

Harapan dan Tantangan untuk Energi Terbarukan

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.