Podcast dan Jalur Cepatnya ke Indonesia

Podcast dan Jalur Cepatnya ke Indonesia

Ilustrasi podcast © Unsplash

Tahun lalu saat musim ujian semester, saya dan teman saya berniat ke kafe untuk belajar bersama. Kemudian teman saya menawarkan earphone sisi kanannya untuk saya.

Bukan lagu, namun yang kami dengarkan adalah percakapan seru penyiar dan narasumbernya. Saat itu topik yang dibahas adalah produktivitas dalam organisasi.

Rekaman yang kami dengar ini disebut juga dengan podcast. Menurut definisi, podcast adalah seri dari audio digital yang bisa didengarkan dan diunduh.

Namun kalau saya deskripsikan, singkatnya podcast ini seperti radio on demand tapi lebih modern dan lebih banyak keuntungan.

Beberapa pilihan podcast di aplikasi Spotify | Sumber: IMPACT Branding and Design

Kapan sih podcast muncul?

Berawal dari perkembangan alat untuk mendengarkan musik di tahun 2000-an, saat itu seluruh dunia mulai mengenal iPod, media yang bisa menyimpan unduhan lagu hingga ratusan.

Adam Curry, mantan VJ di MTV dan Dave Winer seorang pengembang aplikasi perangkat lunak bertemu untuk membuat program bernama iPodder. Program ini dibuat untuk mengunduh otomatis internet radio broadcast ke iPod milik Winer.

MP3 Player | Sumber: Unsplash

Kemudian tercetus ide untuk membuat yang kini kita kenal dengan istilah podcast, yang berasal dari kata iPod dan broadcast di tahun 2004.

Ben Hammersley, jurnalis asal Inggris adalah yang membuat nama tersebut. Berdasarkan dari artikelnya yang membahas tentang fenomena ramainya pengunduhan program audio di Internet.

Podcast di Indonesia

Generasi pertama orang Indonesia yang menggunakan podcast adalah Boy Avianto di tahun 2005. Saat itu ia bersekolah di Jerman dan bersama temannya, Rane Hafied, mencoba untuk mengunduh hasil siaran dan wawancara radio.

Pekerjaannya sebagai penyiar radio siaran internasional Singapura membuatnya mengenal dengan konsep podcast. Hal ini bertujuan untuk diberikan pada pendengar yang ketinggalan siaran.

Saat ini Rane masih konsisten membuat podcast, walaupun Boy telah berhenti dan menjadi desainer di New York.

Menurut Boy Avianto, orang-orang Indonesia lebih menyukai podcast dengan tema hiburan, bisnis, dan teknologi.

Salah satu podcast hiburan, Podcast Malam Minggu | Sumber: Chartable

Jika dulu podcast baru bisa didengarkan setelah berlangganan, kini masyarakat Indonesia dapat mendengarkan podcast melalui aplikasi di ponsel pintar dengan bebas dan gratis.

Menurut survey real count yang dilakukan Rane, terdapat sekitar 80-an kanal podcast di Indonesia di awal tahun 2018.

Angka ini melesat menjadi sekitar 300-an di awal tahun 2019. Inilah yang menunjukkan besarnya minat pembuat dan pendengar podcast.

Hingga kini tidak hanya pribadi atau kelompok saja yang membuat podcast, melainkan juga perusahaan-perusahaan besar yang ingin memberikan pandangan baru pada konsumennya.

Keunggulan podcast

Meskipun sering disamakan dengan konsep radio on demand, namun terdapat keunggulan yang dimiliki podcast dan tidak dimiliki oleh radio.

Jika radio yang sering didengarkan adalah musik dan berita, namun podcast memiliki topik yang lebih beragam. Mulai dari bisnis, sosial-budaya, hingga rekomendasi film dan serial televisi pun juga tersedia.

Podcast Hiburan dari Indonesia | Sumber: Listen Notes

Tidak seperti radio yang membutuhkan seleksi bagi penyiar dan konten yang akan disiarkan, podcast tidak memerlukan semua itu, sehingga lebih mudah dan tidak menyita banyak waktu dan biaya.

Kemudian karena proses pembuatannya yang tidak memerlukan biaya, maka terkadang beberapa kanal podcast juga gratis untuk didengarkan. Iklan yang lewat pun tidak sebanyak yang ada di radio.

Selain itu karena podcast bisa diunduh, maka bisa didengar berulang kali. Saya sendiri kadang belajar ujian melalui podcast yang membahas ilmu yang saya ingin ketahui. Kalau kamu?

Catatan kaki: Techinasia | Zaipad

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Senja, Kopi, dan Musik Indonesia pun Berevolusi Sebelummnya

Senja, Kopi, dan Musik Indonesia pun Berevolusi

Sepak Terjang Perjalanan Cukur Rambut Asgar Selanjutnya

Sepak Terjang Perjalanan Cukur Rambut Asgar

Nabila Ghaisani
@bellaghaisani

Nabila Ghaisani

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.