Sahabat Pena, Sahabat Lama yang Kini Kembali

Sahabat Pena, Sahabat Lama yang Kini Kembali

Ilustrasi sahabat pena © Pexels

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

"Pos!"

Sewaktu saya kecil, setiap hari Minggu setelah mandi dan sarapan, saya akan menunggu suara Pak pos di teras rumah. Berharap akan berhenti sebentar, memberikan surat untuk saya.

Perasaan senang selagi membuka amplop surat tidak bisa saya lupakan hingga kini. Membaca kalimat pertama saja sudah ketawa-ketawa sendiri. Padahal saya tidak pernah sekalipun bertemu dengan sang penulis surat ini.

"Halo, maaf, ya, baru bisa balas suratmu!" yang diakhiri dengan pantun wajib "Empat kali empat sama dengan enam belas. Sempat tak sempat harus dibalas!"

Temukan sahabat pena di sini | Sumber: Wordpress

Teman-teman yang belum merasakan mudahnya teknologi komunikasi saat itu pasti juga familiar dengan perasaan ini. Penasaran dan gelisah menunggu balasan datang yang bisa satu minggu hingga berbulan-bulan lamanya.

Inilah yang disebut dengan sahabat pena. Menurut definisi dalam kamus Cambridge, disebut juga dengan pen pal, yaitu seseorang yang diajak untuk saling bertukar surat sebagai bentuk hobi dan hiburan.

Biasanya hal ini dilakukan dengan orang yang belum dikenal dan tinggal jauh di luar kota atau luar negeri, sehingga kita juga hanya bisa menebak-nebak rupa dan karakter dari sahabat pena kita.

Cerita awal sahabat pena

Menurut catatan sejarah, kegiatan surat-menyurat dengan teman sudah ada sejak tahun 1930-an. Kemudian fenomena ini berkembang dengan pesat, hingga banyak perusahaan yang membuka jasa menemukan sahabat pena.

Kemudian perusahaan Parker Pen membuka pameran di 1964/1965 New York's World Fair. Pameran ini dibuat untuk menunjukkan berbagai inovasi yang dilakukan di Amerika.

Kartu pos New York World's Fair 1964-1965 | Sumber: Pure History

Saat itu Parker Pen menciptakan teknologi komputerisasi untuk mencocokkan karakter dan hobi masing-masing penulis surat agar bisa menjadi sahabat pena. Teknologi ini kemudian dihentikan oleh sang pemilik perusahaan, yaitu Parker Pen sendiri di tahun 1967.

Sahabat pena di Indonesia

Pos Indonesia menjadi salah satu teman berjasa dalam perjalanan kisah sahabat pena. Sejak era tahun 1970 hingga 1990-an, fenomena surat-menyurat dengan orang yang belum dikenal ini terkenal di kalangan remaja dan anak-anak.

Remaja di Indonesia menggunakan berbagai cara untuk menyebarkan nama dan alamat agar bisa mendapat banyak sahabat pena. Mulai dari mengirim pesan ke radio hingga menyewa kolom iklan di koran dan majalah.

Pos Indonesia kemudian menerbitkan majalah Sahabat Pena di tahun 1970. Tujuan diterbitkannya majalah ini untuk mengembangkan pengetahuan generasi muda.

Majalah Sahabat Pena tahun 1981 | Sumber: BukaLapak

Namun bagian utama majalah ini adalah sarana untuk para remaja di Indonesia mencari dan menemukan sahabat pena. Bahkan hingga saat ini majalah ini masih terbit di sekitar provinsi Jawa Barat dan untuk pelanggan terdaftar via pos.

Sahabat pena masa kini

Perkembangan teknologi komunikasi sempat menghilangkan fenomena sahabat pena. Berkat mudah dan cepatnya proses pengiriman informasi yang bersifat digital, bahkan kantor pos pun sudah jarang disinggahi.

Namun kini fenomena pen pal dikenalkan kembali pada anak muda di Indonesia. Proses pencarian sahabat pena dilakukan menggunakan media sosial, seperti Instagram dan Twitter.

Kemudian selain surat, kita bisa mengirimkan benda-benda lain sesuai kemauan kita. Mulai dari CD berisi daftar lagu favorit, gambar, foto, hingga rol film.

Berbagai tips menulis untuk sahabat pena di YouTube | Sumber: YouTube

Kembalinya tren sahabat pena ini selain mengajak untuk bernostalgia, juga memberikan suasana baru bagi anak muda Indonesia dalam menemukan teman dan berkomunikasi.

Meskipun saya tidak lagi dapat "berbicara" dengan sahabat pena saya saat kecil, namun kini saya dapat mengingat kembali perasaan senang yang saya rasakan dulu.

Kalau kamu?


Catatan kaki: Genpi | Kompasiana | Media of Indonesia

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga20%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang60%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau20%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Yufi Eko Firmansyah Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sawahlunto Masuk Jadi Warisan Dunia UNESCO Sebelummnya

Sawahlunto Masuk Jadi Warisan Dunia UNESCO

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo

Nabila Ghaisani
@bellaghaisani

Nabila Ghaisani

2 Komentar

  • Fahrizal fahmi

    Hai saya fahrizal, ada yang mau jadi sahabat pena ku ?

  • Desty

    Hai juga

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.