Si Hidung Panjang Penghuni Pulau Bawah Jembatan

Si Hidung Panjang Penghuni Pulau Bawah Jembatan

Bekantan © Sumber: Jangan Lupa Piknik

Pulau kecil tersebut berada tepat di bawah Jembatan Barito yang terletak di Kalimantan Selatan, 15Km dari pusat Kota Banjarmasin. Memiliki lebar sebesar 200meter, pulau bernama Pulau Bakut ini merupakan habitat dari kera Bekantan yang merupakan maskot dari Provinsi Kalimantan Selatan sejak tahun 1990.

Jembatan Barito difoto dari Pulau Bakut | Foto: Vita Ayu Anggraeni

Delta yang berstatus Taman Wisata Alam ini belum lama dibuka untuk umum. Meskipun merupakan habitat dari kera Bekantan, hal tersebut tidak menjamin bahwa anda dapat menjumpai kera Bekantan tersebut. Hal tersebut disebabkan oleh sifat alamiah kera Bekantan yang pemalu. Saat siang hari mereka cenderung berdiam diri di pinggir-pinggir hutan yang mana tentu saja kita tidak memiliki akses untuk menuju kesana, karena Pulau Bakut ini merupakan sebuah pulau ekosistem mangrove, untuk mengelilinginya kita memanfaatkan jembatan yang dibuat oleh pihak pengelola saat membangun Taman Wisata Alam tersebut.

Jembatan titian di Pulau Bakut | Foto: Vita Ayu Anggraeni

Dalam bahasa latin kera Bekantan disebut Nasalis larvatus, sedang dalam Bahasa Inggris disebut Long-nosed Monkey atau Proboscis Monkey. Sedang masyarakat lokal menamainya dengan sebutan Warik Belanda, Pika, Bahara Bentangan, Raseng, atau Kahau.

Sayangnya, Warik Belanda ini dikategorikan dalam status konservasi terancam oleh International Union for Conservation Nature (IUCN). Di Pulau Bakut sendiri total populasinya berjumlah 67 individu Bekantan yang terdiri dari 16 individu Jantan, 36 Betina, 12 remaja/anak Bekantan, dan 3 bayi Bekantan (data tahun 2018). Jumlah tersebut merupakan peningkatan jumlah individu dibandingkan dengan saat pertama kali mereka dicatat di tahun 2010 yang mana jumlahnya hanya berjumlah 29 individu.

Bekantan betina (kiri) dan Bekantan jantan (kanan) | Sumber: Zona Libur

Dari bentuk fisiknya, jenis kelamin Bekantan dapat dibedakan dengan jelas antara jantan dan betina. Ukuran tubuh jantan mencapai 1 meter dengan hidung dan lapisan lemak di perut yang sangat besar. Sedang ukuran betina hanya sekitar separuh dari jantan, dengan puting susu yang memanjang.

Waru, salah satu vegetasi tumbuhan makanan dari Bekantan | Foto: Vita Ayu Anggraeni

Adapun Bekantan merupakan hewan herbivora. Di Pulau Bakut, Bekantan mengkonsumsi vegetasi yang ada disana seperti daun, buah, kelopak buah, pucuk, bunga dari tumbuhan rambai laut, pedada, koksan monyet, beringin, panggang, waru laut, buas-buas, dan banyak lagi.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Siapa Sangka Paspampres Wanita Pertama di AS Keturunan Indonesia Sebelummnya

Siapa Sangka Paspampres Wanita Pertama di AS Keturunan Indonesia

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil Selanjutnya

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.