Menyambut Tol Pertama di Kalimantan

Menyambut Tol Pertama di Kalimantan

Proses pembangunan tol di kaltim © Dok. Penulis

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Bagi banyak pengendara, jalan tol merupakan suatu jalan bebas hambatan yang sangat dibutuhkan untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lain.

Di Indonesia sendiri banyak sekali pengguna kendaraan yang membuat lalu lintas menjadi padat, karena padatnya lalu lintas inilah membuat banyak pengendara yang ingin berpergian dari suatu daerah ke daerah lain lebih suka menggunakan jalan tol, agar bisa mempersingkat jarak dan waktu.

Jalan-jalan tol di Indonesia banyak berada di pulau pulau besar seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Bali. Yang mana jalan tol ini biasanya digunakan oleh pengendara yang ingin mudik atau berpergian keluar kota.

Untuk pengendara di Kalimantan, jika mereka ingin berpergian ke suatu daerah mereka biasanya harus menempuh jarak yang jauh dan waktu yang lebih lama dikarenakan tidak adanya jalan tol. Mereka bahkan harus melewati hutan dan jalan yang cukup curam, yang mana jalan tersebut sering menyebabkan kecelakaan.

Namun pada 2011 proyek pembangunan jalan tol pertama di Kalimantan ini akhirnya dapat terealisasi. Jalan tol ini akan menghubungkan kota Balikpapan dengan ibu kota Kalimantan Timur yaitu Samarinda.

Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda ini diperkirakan akan memiliki panjang 99,02 km. Proyek tersebut diresmikan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak. Peresmian ditandai pemancangan batu pertama di kawasan Manggar, Balikpapan.

Meskipun proyek ini sempat terhenti pada 2012 dikarenakan permasalahan dana, akhirnya pada 2015 proyek ini jalan kembali dan diperkirakan akan selesai pada akhir 2019.

Bagi masyarakat Kalimantan, hadirnya jalan tol ini akan mempermudah mereka bepergian ke luar kota terutama bagi masyarakat Balikpapan dan Samarinda.

Salah satu masyarakat Samarinda yaitu Suharno mengatakan bahwa dengan adanya jalan tol ini akan mempersingkat jarak dan waktu tempuh perjalanan. Biasanya pengendara harus melewati bukit Soeharto yang dikenal sebagai tempat rawan kecelakaan dan ketika hujan selalu ada pohon tumbang dan menyebabkan kemacetan parah.

Dengan adanya jalan tol ini, mampu membantu meminimalisir kemungkinan buruk pengendara yang ingin bepergian ke luar kota terutama Balikpapan.

Mereka akhirnya bisa menghemat jarak tempuh dan waktu, yang mana biasanya perjalanan akan memakan waktu 3 jam namun dengan adanya jalan tol ini pengendara hanya akan menempuh kurun waktu 1 jam.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau25%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Doso Agung: Pelindo III Kucurkan Dana Rp 5 Miliar ke 2.800 UMKM Sebelummnya

Doso Agung: Pelindo III Kucurkan Dana Rp 5 Miliar ke 2.800 UMKM

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

Reira Fatikasari
@reira3

Reira Fatikasari

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.