Tak Hanya Rokok, Kini Tembakau Bisa Jadi Pestisida yang Efektif

Tak Hanya Rokok, Kini Tembakau Bisa Jadi Pestisida yang Efektif

Tanaman tembakau © paktanidigital.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Tembakau, merupakan tumbuhan yang bernama latin Nicotiana tabacum acap kali digunakan untuk obat penenang dan bahan baku pembuatan rokok. Tanaman yang berasal dari daratan Amerika Utara dan Amerika Selatan ini bukan termasuk dalam komoditas pangan, namun zaman dahulu masyarakat memanfaatkan tembakau dengan dikunyah, dikulum, dan dihisap bubuknya melalui hidung.

Anggapan sebagian masyarakat terhadap tembakau berkonotasi negatif karena manfaatnya yang tidak baik untuk kesehatan. Di sisi lain, siapa sangka tembakau ini mempunyai sisi positif di bidang ekonomi dan pertanian. Dalam perekonomian, tanaman tembakau menjadi andalan para petani Indonesia walaupun terdapat beberapa konflik dalam komoditas tersebut.

Banyaknya permintaan tembakau untuk lokal maupun luar negeri, membuat petani tembakau ini tetap mempertahankan sektor pertaniannya, meskipun sejak tahun 2003, pemerintah telah menyuarakan kampanye anti rokok.

Sumber: HealthHub

Jika dilihat dari sektor pertanian, ternyata tembakau dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati, lho. Hal ini dikarenakan tembakau mengandung zat alkaloid nikotin, yakni sejenis neurotoksin yang ampuh jika diaplikasikan pada serangga.

Permintaan pasar dalam sektor pertanian saat ini banyak mencari jenis pestisida yang tidak mengandung bahan kimia dengan kualitas yang bagus. Alasan para petani mencari pestisida jenis ini karena tidak merusak ekosistem di sekitar pertanian mereka dan tetap ramah lingkungan.

Pestisida yang berbahan kimia justru akan berdampak buruk bagi tanah dan perkembangan dari tanaman itu sendiri, sehingga menghasilkan produk pertanian yang kurang berkualitas dan mengurangi manfaatnya.

Dikarenakan tembakau termasuk jenis pestisida nabati, yang mana pestisida terbuat dari bagian tubuh tanaman tembakau ini. Beberapa bagian dari tembakau yang dimanfaatkan sebagai pestisida seperti bunga, daun, akar, dan batang. Namun para peneliti sedang menganalisis bagian dari daun tembakau ini.

Pestisida dari tembakau ini sendiri memiliki cara kerja yang tidak kalah cepat dengan pestisida kimia atau residu. Kandungan dari racun syaraf yang dimiliki tembakau ini bersifat antifedant atau menghambat nafsu makan serangga.

Namun, ada fakta lain mengenai manfaat tembakau sebagai pestisida, yuk simak.

Sumber: VideoBlocks

Mencegah daun sakit

Siapa bilang kalau daun tidak bisa sakit? Ciri dari daun yang sedang kurang sehat dilihat dari daun yang menggulung. Ini disebabkan fotosintetis yang tidak sempurna. Penggunaan pestisida nabati menghindari daun menggulung karena tidak menghalangi proses fotosintesis.

Membasmi tikus

Tikus memang populer di kalangan petani dan kebunnya. Biasanya tikus sawah ini menghambat kesuburan tanaman. Jenis tikus ini biasanya tikus tanah yang merusak akar-akar tanaman. Tikus bisa dibasmi dengan penggunaan pestisida alami untuk membasminya.

Mencegah kelabang muncul

Kelabang ini memang kerap ditemui di area persawahan dan memakan dedaunan bagi perkembangannya. Hal ini juga dapat dihindari dengan memadukan air tembakau dengan air bawang yang lalu disemprotkan ke bagian tanaman-tanaman

Menghindari kutu tanaman

Walaupun kecil, kutu ini juga turut berperan dalam perusakan tanaman juga. Dengan jumlahnya yang banyak, kutu-kutu ini mampu merusak perkembangan tanaman hingga layu. Ini bisa diatasi dengan pemanfaatan pestisida tembakau untuk diaplikasikan ke tanaman.

Mencegah laba-laba

Tidak hanya di rumah, laba-laba ini juga sering muncul dalam sektor pertanian. Serangga ini juga dapat dihindari dengan penyemprotan secara rutin ke tanaman pertanian tiap minggunya.

Ternyata, di balik dampak negatifnya, terdapat hal positif yang yang berdampak ke kita, bukan?


Catatan kaki: paktanidigital.com | manfaat.co.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga13%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang75%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau13%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
PT PAL Indonesia Bangun Rumah Sakit Terapung Milik TNI-AL Sebelummnya

PT PAL Indonesia Bangun Rumah Sakit Terapung Milik TNI-AL

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru Selanjutnya

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru

kevin naufal
@kevin_naufal

kevin naufal

3 Komentar

  • Nasirun

    tapi bagaimana prosedur meraciknya rokok atau daun tembakau jadi pestisida.....

  • Arinal

    bersihkan sayur dari pestisida? go check : http://fk.unair.ac.id/archives/2011/01/03/tip-bersihkan-sayuran-dari-pestisida.html

  • Hadi Prasetyo

    @Nasirun : caranya tembakau atau rokok ditampung tembakaunya lalu diseduh air panas dan diaduk... diamkan hingga dingin lalu disaring dan air larutannya semprotkan pada tanaman yg terganggu hama

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.