Mengulik Adat Pernikahan Unik di Indonesia

Mengulik Adat Pernikahan Unik di Indonesia

Ilustrasi pernikahan © integrasi.science.com

Pernikahan merupakan babak baru dalam kehidupan seseorang. Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi atau adat unik yang harus dilakukan sebelum melangsungkan pernikahan. Penasaran daerah mana saja dan adat apa yang dilakukan, inilah lima daerah yang memiliki adat pernikahan unik versi Good News from Indonesia (GNFI).

Pernikahan Suku Tidung | Foto: Instazu.com

Suku Tidung, suku yang mendiami kawasan utara di Kalimantan Timur ini memiliki adat pernikahan yang cukup unik, yaitu larangan ke kamar kecil. Kedua calon pengantin diharuskan menahan buang air selama 72 jam atau tiga hari.

Adat tersebut dilakukan dengan harapan supaya nasib buruk tidak menimpa pasangan pengantin, seperti perceraian, perselingkuhan, hingga kematian sang anak yang akan dilahirkan. Oleh karena itu saat menjalankannya, pasangan pengantin hanya makan atau minum sedikit. Saudara atau kerabat dilibatkan untuk mengawasi agar pasangan yang akan menikah berhasil melewati dan terhindar dari nasib buruk.

Pernikahan Suku Sasak | Foto: Egindo.co

Kawin Culik merupakan adat pernikahan yang harus dilakukan oleh pasangan pengantin dari Suku Sasak. Suku yang mendiami pulau Lombok ini mengharuskan calon pengantin laki-laki menculik calon istrinya sebelum menikah.

Meski aksi penculikan ini telah direstui oleh pihak keluarga perempuan, sang penculik yang merupakan calon suami tidak boleh tertangkap atau bahkan sekadar membuat keributan. Bila ketahuan berisiko kena denda.

Setelah diculik, calon pengantin wanita dibawa ke rumah kerabat calon pengantin laki-laki. Setelah beberapa hari disembunyikan, akhirnya pihak keluarga laki-laki datang ke kediaman sang wanita untuk memberitahu jika putrinya telah melakukan prosesi kawin lari bersama anak prianya.

Pernikahan Suku Bajo | Foto: YouTube

Bila seserahan pernikahan biasanya merupakan barang mewah dengan kemasan yang wah, berbeda dengan Suku Bajo. Suku yang hidup di atas laut dan berada di antara wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara ini hanya memberi sehelai kain putih untuk calon istrinya sebagai mas kawin yang bernilai tinggi. Lalu calon pengantin laki-laki akan diarak dengan perahu untuk menemui calon pengantin perempuan.

Adat Bamandi-mandi | Foto: hipwee.com

Kawan GNFI pasti sudah akrab dengan tradisi siraman yang dilakukan sebelum melangsungkan pernikahan. Jika biasanya orang tua calon pengantin yang menyiramkan airnya berbeda dengan adat Banjarmasin yang ternyata memiliki keunikannya sendiri. Bamandi-mandi menjadi nama dari prosesi siraman milik masyarakat Banjar.

Tujuannya supaya sang pengantin terhindar dari hal-hal negatif yang bisa mengganggu kelancaran saat hari pernikahan. Calon pengantin dimandikan oleh para sesepuh yang dituakan, tetapi jumlahnya harus ganjil 3, 5, atau 7 orang. Saat prosesi sang calon pengantin juga akan dikelilingkan dengan cermin dan lilin sebanyak tiga kali oleh sesepuh wanita yang sebelumnya telah memandikan.

Sumber: bridestory.com | pekanbaru.tribunnews.com | seputarpernikahan.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Ikan Arwana "Si Raja Ikan Hias" Asli Indonesia Sebelummnya

Ikan Arwana "Si Raja Ikan Hias" Asli Indonesia

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil Selanjutnya

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.