'Sajen' Favorit Orang Amerika

'Sajen' Favorit Orang Amerika

Jamu 'Sajen' © fidentiagroup.com

Salah satu minuman tradisional khas Indonesia yang terkenal adalah jamu. Apakah kamu pernah mencoba jamu sebelumnya? Selain rasanya yang unik, khasiatnya juga sangat baik bagi tubuh. Jamu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah obat yang dibuat dari akar-akaran, daun-daun, dan sebagainya.

Belum ada data pasti terkait asal-usul istilah ‘jamu’ digunakan oleh orang Indonesia. Ahli bahasa Jawa Kuno mengatakan istilah ‘jamu’ berasal dari bahasa Jawa Kuno, ‘Jampi’ atau ‘Usodo’, artinya penyembuhan yang menggunakan ramuan obat-obatan maupun doa-doa dan ajian-ajian.

Khasiat jamu telah dikenal sejak periode kerajaan Hindu-Jawa. Tergambar kebiasaan meracik dan meminum jamu dalam corak relief Candi Borobudur yang dibuat pada Kerajaan Hindu-Budha tahun 722 M. Selain itu dalam Prasasti Madhawapura peninggalan kerajaan Hindu-Majapahit tertulis profesi “tukang meracik jamu” yang disebut Acaraki.

Jamu | Foto: brilio.net

Pada awal tahun 1900 an jamu mulai bisa dinikmati oleh seluruh kalangan dan menjadi sangat populer di Indonesia. Racikan yang banyak dijual adalah beras kencur, kunyit asam, sinom, cabai puyang, dan pahitan.

Tapi tahukah kamu di San Fransisco, Amerikat Serikat, ada seorang WNI yang menjajakan jamu dan disukai oleh warga lokal di sana. Morsinah Katimin seorang diaspora asal Indonesia memperkenalkan jamu tradisional dengan nama unik, ‘Sajen’.

Morsinah pemilik Sajen | Foto: voaindonesia.com

Morsinah merupakan seorang lulusan Universitas Colombia New York, dulunya bekerja sebagai konsultan di berbagai anak badan dunia PBB. Lalu terjun ke dunia wirausaha pada 2010 dengan bantuan La Cocina, organisasi nirlaba yang mengelola dapur bersama untuk usaha rintisan di bidang kuliner.

Melalui Sajen, Morsinah menjajakan empat varian rasa jamu yaitu kunyit, jahe kunyit, cengkeh kayu manis, dan jahe lengkuas. Produk jamunya dijual dengan harga USD 5 atau sekitar Rp 70 ribu untuk satu botol.

Meski pada awalnya Morsinah ragu untuk menjual jamu karena dianggap kuno, tetapi berubah pikiran karena khasiat yang terkandung di dalamnya. Tak hanya menjual jamu, Morsinah juga menjual sambal dan berhasil meraih penghargaan ‘Good Food’ pada 2018.

Jadi orang luar negeri saja minum jamu, masa kamu enggak!

Sumber: jamuiboe.com | brilio.net | Liputan6.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Mengulik Adat Pernikahan Unik di Indonesia Sebelummnya

Mengulik Adat Pernikahan Unik di Indonesia

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil Selanjutnya

Tahun 2025, Indonesia Ditargetkan Ekspor 1 Juta Mobil

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.