Tuntunan untuk Para Petani ini Sudah Ada Sejak Dahulu (I)

Tuntunan untuk Para Petani ini Sudah Ada Sejak Dahulu (I)

mesinpertanian.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sebelumnya pernah dibahas tentang sistem penanggalan tradisional di Indonesia. Sistem penanggalan juga mengatur dengan aktivitas masyarakat, ciri-ciri fisik tumbuhan, fenomena alam, dan lain-lain.

Sistem kalender "Pranata Mangsa" juga digunakan untuk kepentingan bercocok tanam atau juga menangkap ikan. Kalender Pranata Mangsa ini memiliki sistem dan dibuat berdasarkan pada peredaran Matahari. Pranata Mangsa memiliki siklus 365 hari

Siklus yang dimiliki oleh kalender ini yaitu setahun dengan periode 365 atau 366 hari. Bahkan setiap rentang waktu, terdapat tuntunan bagi para petani.

Berikut adalah tuntunan untuk para petani menurut Pranata mangsa (Keraton Surakarta) :

1. Kasa (Kartika) 22 Jun-1 Agt : Sesotyå murcå ing embanan ("Intan jatuh dari wadahnya" > daun-daun berjatuhan) Sotyå sinåråwèdi
Pada rentang waktu ini, tuntunan untuk para petani yakni saatnya membakar jerami dan mulai menanam palawija. Jerami di sini antara lain hasil samping usaha pertanian seperti tangkai dan batang tanaman serealia yang telah kering, setelah biji-bijiannya dipisahkan.

2. Katelu (manggasri) 25 Ags – 17 Sept : Sutå manut ing båpå ("anak menurut bapaknya") Wiji tuwuh sinimpèn.
Tuntunan rentang waktu ini untuk para petani adalah saatnya memulai panen palawija. Palawija tersebut adalah Jagung, Kacang hijau, Kedelai, Singkong, Kentang, Ubi, Wortel, Mentimun, Oyong, Kacang panjang, dan Talas. Pada saat ini juga terjadi pertumbuhan rebung atau tunas bambu.

3. Kapat (Sitra) 18 Sept - 12 Okt : Waspå kumembeng jroning kalbu ("Air mata menggenang dalam kalbu" > mata air mulai menggenang) Lunglungan tumelung.
Selain panen palawija, pada rentang waktu ini adalah waktu yang tepat untuk Padi Gaga, yakni Jenis padi yang tidak banyak membutuhkan air dan juga pengolahanya cukup mudah.

4. Kalima (Manggala) 13 Okt - 8 Nov : Pancuran mas sumawur ing jagad ("Pancuran emas menyirami dunia") Pancuran muncar. Pada saat ini, para petani diharuskan untuk diperbaiki selokan sawah dan membuat tempat mengalir air di pinggir sawah. Selain itu, petani juga bisa mulai menyebar padi gaga.

--

Sumber : Wikipedia, Karatonsurakarta.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih50%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kecurangan Pom Bensin Kini Dapat Dideteksi dari Aplikasi! Sebelummnya

Kecurangan Pom Bensin Kini Dapat Dideteksi dari Aplikasi!

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan Selanjutnya

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.