Seribu Benteng di Ujung Barat Indonesia

Seribu Benteng di Ujung Barat Indonesia

Benteng Anoi Itam © Wikipedia.org

Terletak wilayah di pintu gerbang ujung barat Indonesia, Kota Sabang menjadi penanda titik awal wilayah NKRI. Wilayah Sabang sendiri memiliki lima pulau yaitu Pulau Weh, Pulau Rubiah, Pulau Klah, Seulako, dan Pulau Rondo. Kota ini lebih tepatnya berada di Pulau Weh.

Untuk mengunjungi kota ini Kawan GNFI dapat melewati jalur laut menggunakan kapal cepat ataupun kapal barang dari Banda Aceh.

Kota yang terletak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ini masih menyimpan banyak peninggalan-peninggalan sejarah pada masa lampau yang berupa bangunan rumah ataupun sebuah benteng.

Kota Sabang sendiri memiliki julukan “Kota Seribu Benteng”, dikarenakan banyaknya benteng peninggalan Portugal, Belanda, dan Jepang yang masih ada di kota ini.

Letaknya yang strategis menjadi faktor utama dalam pembangunan benteng pada masa kolonial. Benteng-benteng tersebut sengaja didirikan sebagai tempat perlindungan dari serangan musuh.

Terdapat beberapa benteng yang patut kalian kunjungi saat berada di Kota Sabang ini antara lain:

Benteng Pertahanan Pantai Jepang (Japanese Coastal Fortress)

Japanese Coastal Fortress l Sumber: Sabangisland.blogspot.com

Benteng ini tersebar di beberapa titik seperti di Pantai Tapak Gajah, Jurong Keramat, Le Meulee, dan Sabang Fair. Di beberapa titik tersebut benteng pertahanan ini masih terlihat kokoh dan cukup terawat. benteng ini dulunya didirikan oleh pasukan Jepang untuk persiapan perang Asia Pasifik.

Oleh karena letaknya yang berada di pinggir pantai, benteng ini dulu juga dilengkapi dengan meriam anti kapal perang. Hingga saat ini benteng masih sering dikunjungi masyarakat walau hanya untuk nongkrong dan menikmati suasana pantai sekitar.

Benteng Anoi Itam

Benteng Anoi Itam l Sumber: ksmtour.com

Benteng ini terletak di Gampong Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya. Kompleks ini memiliki enam benteng yang disusun mengikuti kontur tebing pantai dan perbukitan, hingga membentuk seperti setengah lingkaran yang menghadap ke Selat Malaka.

Benteng Anoi Itam merupakan satu-satunya benteng yang masih memiliki meriam walaupun sudah tidak berfungsi dan tidak terawat. Tak hanya itu, benteng ini juga dulunya menjadi tempat penyimpanan berbagai jenis senjata bagi para armada Jepang.

Sumber: sportourism.id

Terletak di pinggir pantai yang dikelilingi pohon rindang, bunker ini menjadi benteng favorit para wisatawan. Daya tarik lain dari benteng ini yaitu jika para wisatawan berkunjung pada waktu yang tepat, akan dapat menyaksikan puluhan lumba-lumba yang berenang dari arah Laut Andaman menuju Selat Malaka.

Benteng Batere A

Benteng Batere A l Sumber: pikiranmerdeka.com

Berada di Kelurahan Cit Ba’u, Kecamatan Sukajaya, Benteng ini dulunya berfungsi sebagai tempat penyimpanan pasukan cadangan dan tawanan perang.

Benteng ini terdiri dari satu bangunan induk, tiga bangunan pengintaian, dua tangga, dan satu bak air. Bangunan dari benteng ini masih kokoh namun sayangnya tidak terawat.

Di benteng ini kalian dapat menyaksikan pemandangan Teluk Sabang dengan jelas, ditambah dengan kapal yang sedang lalu lalang. Semua pemandangan itu dapat dilihat dari atas bangunan pengintaian.

Masyarakat setempat biasa menyebut Benteng Batere A dengan sebutan Benteng Meteor, karena benteng ini sempat menjadi kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Sabang.

Benteng Batere C

Sumber: ifannuddin.com

Benteng ini terletak di Kelurahan Kota Bawa Timur, Kecamatan Sukakarya. Dari ketiga benteng di atas, Benteng Batere C memiliki kondisi yang paling buruk. Kondisi benteng ini tidak terawat, bangunan benteng pun sudah banyak ditumbuhi pepohonan dan tanaman perdu, sehingga bangunan tidak tampak dari luar.

Benteng Pertahanan Jepang di Sumur Tiga

Sumber: ifannuddin.com

Berada di Kelurahan Ie Mele, Kecamatan Suka Jaya, benteng ini memiliki panjang 7 meter dan lebar 4 meter. Kondisi bangunan benteng ini masih kokoh, hanya saja kurangnya pengetahuan warga setempat mengenai peninggalan sejarah tersebut menyebabkan sebagian warga menggunakan benteng sebagai kandang ternak.

Tak hanya peninggalan bangunan benteng saja, Kota Sabang juga memiliki peninggalan-peninggalan lainnya yang tak kalah unik, menarik dan patut untuk dikunjungi.


Catatan kaki: kebudayaan.kemdikbud.go.id l cnnindonesia.com l mediaindonesia.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih100%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

#TukarBaju Yogyakarta: Solusi Perpanjang Umur Tekstil Sebelummnya

#TukarBaju Yogyakarta: Solusi Perpanjang Umur Tekstil

Kesenian Debus Yang Mengagumkan Sekaligus Mengerikan Selanjutnya

Kesenian Debus Yang Mengagumkan Sekaligus Mengerikan

Atika Puji
@atikaapjpw

Atika Puji

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.