Kolong Jalan Layang Juga Bisa Jadi Gudang Ilmu Pengetahuan

Kolong Jalan Layang Juga Bisa Jadi Gudang Ilmu Pengetahuan

Ilustrasi Perpustakaan © uc.ac.id

Setiap orang berhak untuk mengakses informasi, salah satunya melalui buku. Tempat yang paling ideal untuk membaca buku tentu perpustakaan. Suasananya yang hening dan pilihan bukunya yang bervariasi membuat pengunjungnya betah berlama-lama.

Namun siapa sangka, terdapat beberapa perpustakaan unik di Indonesia yang menawarkan sensasi berbeda, yakni membaca buku di bawah kolong jalan layang. Perpustakaan tersebut terdapat di daerah Tangerang Selatan dan Yogyakarta.

Taman Baca Masyarakat (TBM) Kolong yang berada di kolong Jalan Layang Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Berdirinya taman baca ini tidak terlepas dari ketekunan dan kegigihan orang-orang yang berada di belakangnya, Doni dan Davina yakni mahasiswa dan mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam komunitas FISIP Mengajar serta anggota komunitas lainnya.

TBM Kolong tercipta dari hasil kolaborasi dengan kelompok penggemar musisi Iwan Fals, OI Tangerang Selatan, yang sebelumnya mengadakan kegiatan penghijauan serta pembuatan mural di kolong jalan layang. Lalu pada 4 Juni 2016 menjadi hari bersejarah karena TBM Kolong telah secara resmi berdiri.

Suasana di TBM Kolong | Foto: liputan6.com

Pemerintah kota Tangsel turut berkontribusi sebagai bentuk dukungan untuk TBM Kolong dengan menyediakan lapangan futsal, saung, lemari, hingga rumput sintetis membuat perpustakaan terasa jauh lebih nyaman. Koleksi buku yang tesedia mencapai 1.020 buku, angka tersebut jauh dari cukup, sehingga TBM Kolong membagikan koleksi bukunya ke taman baca lain yang juga membutuhkan.

Daerah Istimewa Yogyakarta memang terkenal sebagai kota pelajar, oleh karena itu masyarakatnya harus terpelajar. Seperti kelompok pemuda karang taruna Desa Siluk, Kabupaten Bantul yang mendirikan Perpustakaan Jembatan Edukasi Siluk. Respadi Padmo Isworo merupakan salah satu sosok berjasa yang berada di balik pendirian perpustakaan tersebut.

Suasana di Jembatan Edukasi Siluk | Foto: jogja.tribunnews.com

Dulunya kolong jembatan Siluk tidak terawat dan kumuh, bahkan seringkali dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga. Berkat kreativitas dan kemauan, para pemuda karang taruna desa mengubahnya menjadi perpustakaan yang tentunya sangat bermanfaat bagi warga desa.

Jembatan Edukasi Siluk cukup diminati karena letaknya yang berada di bibir Sungai Oya. Ditemani oleh semilir angin sore yang lembut, membuat kegiatan membaca semakin menyenangkan.

Membaca merupakan kegiatan yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Dari membaca seseorang mendapat informasi, akses menuju informasi tersebut haruslah mampu dijangkau oleh seluruh kalangan.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Tradisi Berbalas Pantun Jadi Teman Bergotong Royong di Minangkabau Sebelummnya

Tradisi Berbalas Pantun Jadi Teman Bergotong Royong di Minangkabau

Ini Daftar Operator Telko yang Sudah Menjajal Jaringan 5G di Indonesia Selanjutnya

Ini Daftar Operator Telko yang Sudah Menjajal Jaringan 5G di Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.