Aku Petani Indonesia: Tanamkan Rasa Bangga Jadi Petani

Aku Petani Indonesia: Tanamkan Rasa Bangga Jadi Petani

Logo Aku Petani Indonesia © akupetaniindonesia-wordpress.com

Bertani merupakan salah satu profesi mulia, sayangnya sering kali kita menjumpai petani yang sudah berumur dan cukup renta. Mengolah lahan pertanian hingga bisa disantap menjadi sesuap nasi tentu membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Sementara itu, sebagian besar anak muda masih termakan asumsi bahwa bertani merupakan pekerjaan yang harus kotor-kotoran, tidak menjanjikan pula.

Berbeda dengan Adhitya Herwin Dwiputra, lelaki yang lahir di Bandar Lampung 26 tahun lalu, sang pendiri Aku Petani Indonesia. Seorang lulusan dari Fakultas Pertanian, Jurusan Budidaya Pertanian, Program Studi Agronomi di Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Adhitya mencoba merubah pola pikir anak muda bahwa menjadi petani adalah suatu hal yang membanggakan.

Petani | Foto: mediaindonesia.com

Gerakan positif tersebut disebarluaskan melalui media sosial . Akun akupetani.id saat ini pengikutnya telah mencapai 12.600an. Aku Petani Indonesia merupakan gerakan regenerasi penerus pertanian dengan slogan “Sudah Saatnya Anak Muda Bangga Menjadi Petani”.

Gerakan dari Aku Petani Indonesia tak hanya melalui akun media sosial saja, talkshow atau seminar yang berhubungan dengan topik pertanian juga kerap diadakan.

Adhitya sering mendapat kesempatan berkunjung ke desa-desa dan berinteraksi langsung dengan petani dan rumah tangga petani dalam menggarap tugas kuliah, tugas praktikum, atau kegiatan bisnis lainnya.

Perjalanan itu membawanya pada kesimpulan bahwa anak-anak muda tidak ingin terlibat langsung dalam kegiatan bertani. Alasannya sangat beragam, namun ia percaya bahwa akan ada banyak anak muda yang berpikir bahwa pertanian itu penting dan menarik untuk dilakoni, sehingga mereka mau terlibat langsung dalam kegiatan pertanian.

Adhitya Herwin Dwiputra saat menjadi narasumber seminar | Foto: jogjakartanews.com

Lalu untuk membutikan bahwa gerakan yang ia dirikan membawa dampak positif, ia terus menyumbangkan gagasannya dalam seminar, seperti yang diadakan sebuah organisasi dan instansi perguruan tinggi.

Menurutnya siapapun bisa berkontribusi di sektor pertanian, tidak hanya sarjana pertanian saja, karena untuk kemajuan di bidang pertanian membutuhkan disiplin ilmu yang lain. Kehadiran gerakan Aku Petani Indonesia menjadi wadah untuk berkolaborasi.

Kampanye digital menjadi upaya yang terus dilakukan Aku Petani Indonesia untuk memberikan inspirasi, edukasi, dan pelatihan kepada regenerasi penerus pertanian di Indonesia.

Selain itu Aku Petani Indonesia juga mengadakan program agro future challenge dan trip ke kebun-kebun. Kulwa (kuliah WhatsApp) dan Dilahan (diskusi lewat handphone) merupakan bentuk upaya lainnya agar anak muda merasakan dampak positif dari hadirnya Aku Petani Indonesia.

Sumber: jogjakartanews.com | akupetaniindonesia.wordpress.com

Pilih BanggaBangga40%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi40%
Pilih TerpukauTerpukau20%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Menyelisik Perkembangan Komunikasi di Indonesia Sebelummnya

Menyelisik Perkembangan Komunikasi di Indonesia

3 Tahun Beruntun, Garuda Indonesia Jadi Merek Nasional Terbaik Selanjutnya

3 Tahun Beruntun, Garuda Indonesia Jadi Merek Nasional Terbaik

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.