e-Sports Indonesia: Olahraga, Main Gim, atau Keduanya?

e-Sports Indonesia: Olahraga, Main Gim, atau Keduanya?

Kompetisi e-Sports di Asian Games 2018 © Beritagar

PUBG, Dota 2, dan Fortnite sudah jadi sahabat kebanyakan teman-teman di Indonesia, tidak hanya anak-anak, namun juga orang dewasa.

Saya sendiri juga suka menonton gameplays-nya di YouTube (karena saya nggak bisa mainnya, sih).

Zaman dulu beberapa orang tua mengatakan kalau kerjaannya cuma main gim, nanti susah pintar.

Kalimat itu menurut saya sudah tidak berlaku di saat ini, karena tidak semua bisa memainkannya, sehingga diperlukan bakat dan keahlian khusus.

Ini membuktikan bahwa teknologi memunculkan hobi bahkan lapangan pekerjaan baru. Salah satunya adalah e-Sports atau olahraga elektronik.

Definisi dari para ahli mengatakan bahwa e-Sports masuk dalam cabang olahraga yang dilakukan menggunakan komputer, ponsel pintar, dan konsol.

Level 1: e-Sports di dunia

Perkembangan olahraga elektronik saat ini yang sudah semakin populer berkat berbagai kompetisi dunia yang disiarkan di ESPN.

Beberapa ada yang mengira bahwa olahraga elektronik ini seperti muncul dengan tiba-tiba, padahal sudah ada sejak tahun 1970-an.

Tepatnya di Stanford University pada tanggal 19 Oktober 1972. Saat itu diadakan kompetisi bermain gim bernama Spacewar yang dihadiri banyak pemain dari berbagai negara.

Pemenangnya saat itu adalah Bruce Baumgart, dan hadiah yang diberikan adalah satu tahun langganan gratis majalah Rolling Stones.

Kemudian olahraga elektronik semakin digemari di tahun 1980 ketika salah satu perusahaan gim, Atari, mengadakan kompetisi Space Invaders Championship. Kompetisi itu diikuti hingga 10 ribu pemain dengan membawa konsol dan video gim masing-masing.

Setelah itu terjadi pasang surut ombak minat dari olahraga elektronik, sebelum akhirnya sangat populer saat ini.

Megahnya kompetisi e-Sports dunia | Sumber: Musically

Level 2: e-Sports di Indonesia

Ternyata e-Sports sudah ada di Indonesia sejak mulainya penetrasi internet, yaitu di tahun 1995.

Saat itu game online dari berbagai belahan dunia sudah bisa dimainkan oleh masyarakat Indonesia.

Penggabungannya dengan internet memungkinkan orang-orang dari berbagai negara dapat mengakses permainan bersamaan, yang memicu munculnya e-Sports.

Kompetisi olahraga elektronik di Indonesia pertama kali diadakan oleh Liga Game di tahun 1999. Gim yang dimainkan saat itu adalah Quake II dan Starcraft.

Minat masyarakat Indonesia terhadap olahraga elektronik baru terlihat sangat tinggi baru-baru ini.

April 2018, Indonesia menggelar kompetisi gim Indonesia bertaraf internasional. Dengan 9 ribu peserta dan 13 ribu pengunjung yang turut meramaikan.

Kemudian di tahun yang sama, cabang olahraga e-Sports juga dibuka pertama kalinya dalam kegiatan Asian Games 2018 kemarin di Jakarta dan Palembang.

Kompetisi e-Sports oleh AMD | Sumber: yangcanggih

Level 3: e-Sports di Indonesia kini

Berkat pengakuan dari pemerintah Indonesia terhadap cabang olahraga e-Sports, maka banyak kompetisi lokal maupun nasional yang diadakan untuk mencari bakat-bakat baru.

Pada tahun 2019 ini pun Indonesia mendominasi turnamen internasional skala Asia. Mulai dari Mobile Legend, AOV, hingga PUBG Mobile.

Bahkan pemerintah Indonesia juga mendirikan Indonesia e-Sport Association (IeSPA) sebagai wadah untuk para komunitas e-Sports yang resmi di Indonesia.

IeSPA ini dibuat bertujuan agar membantu para pemain dapat mengembangkan kemampuan dan sanggup berkompetisi di skala internasional.

Siap bermain?

Catatan kaki: Hotspawn | Tokopedia |Techinasia

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Mercusuar Cikoneng, Saksi Bisu Pembuatan Jalan Anyer-Panarukan Sebelummnya

Mercusuar Cikoneng, Saksi Bisu Pembuatan Jalan Anyer-Panarukan

Reyog Jazz Ponorogo; Kolaborasi Budaya Lokal dengan Musik Jazz Selanjutnya

Reyog Jazz Ponorogo; Kolaborasi Budaya Lokal dengan Musik Jazz

Nabila Ghaisani
@bellaghaisani

Nabila Ghaisani

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.