Mengenal Loro Blonyo, Patung Ikonik di Pernikahan

Mengenal Loro Blonyo, Patung Ikonik di Pernikahan

Patung Loro Blonyo © insta.orenya.com

Berbicara mengenai pernikahan tentu terlintas di benak masyarakat akan kekentalan tradisi masing-masing calon pengantin. Mempersiapkan segala macam keperluan adat istiadat mempelai seperti baju, tenda pengantin, ornamen pernikahan, dan tak lupa souvenir.

Souvenir pernikahan pun memiliki jenis yang beragam. Jika diperhatikan, beberapa pernikahan menggunakan patung dua orang mempelai yang sedang duduk sebagai souvenir pernikahan mereka.

Namun apakah Kawan GNFI tahu sejarah dan makna di balik patung tersebut?

Bukan hanya sekedar untuk hiasan semata, namun di balik patung tersebut tersimpan sejarah dan makna yang cukup mendalam.

Patung sepasang pengantin yang sedang duduk tersebut dinamakan patung Loro Blonyo. Patung ini telah ada sejak masa kepemimpinan Sultan Agung di Kerajaan Mataram pada tahun 1476.

Ilustrasi patung Loro Blonyo l Sumber: indonesiabatik.id

Simbol patung wanita tersebut adalah Dewi Sri atau dikenal dengan dewi kesuburan, dan patung laki-laki adalah Dewa Wisnu yang akhirnya keduanya dipertemukan dan menjadi sebuah pasangan.

Berkat keserasiannya, akhirnya pasangan ini dibuatkan patung yang menyerupai mereka dan diberi nama Loro Blonyo yang memiliki arti simbol kemakmuran serta keturunan atau juga dapat disebut kemakmuran dan kesinambungan.

Patung laki-laki memakai kuluk kanigara berwarna hitam dengan garis kuning yang disusun secara tegak dan melingkar, dan menggunakan seperti setagen dan diberi sabuk melingkar. Posisi tangan ngapurancang serta posisi kaki bersila dengan telapak jari-jari kaki diperlihatkan.

Kemudian di patung wanita, memakai busana khas Jawa yakni kemben dan ditambah dengan hiasan paes di dahi. Bentuk rambut gelungan lengkap dengan mahkota bagian atas dan menggunakan sunduk mentul. Posisi kaki sedang timpuh dengan bagian telapak dan jari kanan dan kiri terlihat.

Contoh patung Loro Blonyo yang diletakkan di dalam rumah l Sumber: Happydyah.com

Patung Loro Blonyo erat kaitannya dengan kultur dan budaya. Pada zaman dahulu hanya kaum priayi yang memiliki patung tersebut.

Biasa terdapat di dalam rumah Joglo, patung ini diletakkan di sentong atau bagian ruang tengah sebuah rumah yang merupakan pertanda bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah pribadi suami dan istri.

Seiring berjalannya waktu, patung ini terus berkembang dan terbawa hingga masa sekarang. Perkembangan seni-rupa kontemporer patung ini pun mengalami perubahan bentuk, tak hanya dibuat dalam posisi duduk namun juga dapat ditemui patung loro blonyo dalam posisi berdiri serta beberapa tambahan aksesoris lainnya.

Dikutip dari budayajawa.id, Djoko Diyanto selaku dosen arkeologi UGM menuturkan bahwa patung Loro Blonyo merupakan sebuah simbol harapan.

Sumber: arttreasures.blogspot.com

Patung tersebut tak lagi menjadi penanda wilayah pribadi suami istri, namun menjadi simbol bahwa sang pemilik rumah sudah memiliki keluarga. Loro Blonyo juga dipercaya dapat menimbulkan aura positif didalam rumah sehingga keharmonisan kehidupan rumah tangga tetap terjaga.

Masyarakat sekarang pada umumya biasa menggunakan patung Loro Blonyo sebagai souvenir pernikahan. Tentunya pemakaian patung tersebut sebagai souvenir memiliki arti tersendiri, yakni merepresentasikan keindahan kehidupan rumah tangga pasutri yang selalu menjaga keselarasan dan keharmonisan.

Ternyata tak hanya sebagai souvenir, patung tersebut juga digunakan sebagai dekorasi ruangan atau juga sebagai barang koleksi oleh masyarakat lainnya.

Dengan informasi di atas kalian dapat mengetahui fakta-fakta di balik hiasan souvenir yang biasa kita jumpai dan yang kita anggap sebagai patung biasa ternyata memiliki nilai sejarah dan makna yang mendalam

Catatan kaki: budayajawa.id l wisatasolo.id l indonesianbatik.id

Pilih BanggaBangga69%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi23%
Pilih TerpukauTerpukau8%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Napak Tilas Karesidenan Besuki Sebelummnya

Napak Tilas Karesidenan Besuki

Ini Perbedaan Jalur dan Lajur, Sudah Tahu? Selanjutnya

Ini Perbedaan Jalur dan Lajur, Sudah Tahu?

Atika Puji
@atikaapjpw

Atika Puji

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.