Ada Orang Indonesia di Balik Penemuan Planet Baru

Ada Orang Indonesia di Balik Penemuan Planet Baru

© daskalo.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Fenomena benda langit dan atmosfer Bumi memang tak henti-hentinya membuat kita takjub. Ilmu astronomi sendiri merupakan cabang ilmu alam yang meneliti dan mempelajari benda langit seperti bintang, komet, tata surya, dll.

Ilmu ini memang belum populer di Indonesia, karena penerapannya yang masih minim. Namun tidak begitu untuk Johny Setiawan, pria kelahiran Jakarta ini justru sukses mendalami ilmu astronomi ini.

Pekerjaan yang dilakoni Johny berhasil membawanya menjadi ketua umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional. Johny juga terlihat dan berpartisipasi dengan forum-forum yang menjadi penghubung yang baik antara ilmuwan dan peneliti serta ilmuwan lain dari luar negeri.

Johny Setiawan | Sumber: Goethe-Institute

Sejak kecil, Johny memang sudah tertarik dengan dunia astronomi karena melihat film Star Trek. Hal itu diperkuat dengan minat bacanya terhadap buku Alam Semesta dan Cuaca.

Sejak saat itu, Johny terus menggali dan mengembangkan ilmunya tentang astronomi dan kealaman. Saat jenjang sekolah, ia menghabiskannya di Matraman, Jakarta Timur.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikan S-1 nya di Jerman, tepatnya di Albert-Ludwigs-Universitat, kota Freiburg. Johny yang menjadi lulusan termuda kala itu melanjutkan pendidikannya hingga S-3.

Saat ini Johny dinobatkan menjadi Ilmuwan Postdoctoral di Departement Planet dan Formasi Bintang Max Planck Institute for Astronomy atau disingkat MPIA.

Meski sudah di Jerman selama 17 tahun, ia mengaku tidak lupa dengan bahasa Indonesia, bahkan sekarang Johny fasih menggunakan 4 bahasa.

Tak hanya itu, Johny acap kali diundang dalam acara astronomi atau pertemuan dengan ilmuwan lain. Ia tetap tampil sederhana dengan celana pendek dan sandal jepitnya.

Pria kelahiran 16 Agustus 1974 ini berhasil menemukan planet baru, yakni HD 11977 B. Planet yang berjarak 200 tahun cahaya dari bumi tersebut sudah diamati Johny sejak tahun 1999.

Planet baru ini berukuran 6,5 kali planet Jupiter yang mengelilingi bintang raksasa benama HD 11977A. Tak hanya itu, Johny sebelumnya juga pernah menemukan dua bintang raksasa baru yang bernama HD 122430B dan HD 47536B pada tahun 2003 lalu.

HD 11977 B

Johny kala itu dipercaya menjadi orang non-Jerman pertama yang menjadi pemimpin proyek dalam sebuah observatorium di selatan Eropa, La Silla Observatory di Chile 2010 lalu.

Proyek tersebut berbuah hasil yang membanggakan. Dalam situs Science Online ia mengatakan ia baru saja menemukan planet baru lagi bernama HIP 13044 yanng berukuran 25 persen lebih besar dari planet Jupiter dan berjarak 2.000 tahun cahaya dari Bumi.

Penemuan yang dilakukan Johny membuat para astronom memikirkan ide-ide tentang formasi planet dan bagaimana kelangsungan hidup ke depannya. Johny memperkirakan nantinya Matahari akan memasuki fase penuaan yang akan berubah menjadi raksasa merah, dan bumi tidak akan selamat.

Uniknya, tak hanya menjadi ilmuwan, Johny juga terlihat gemar melakoni fitness, melukis, hingga memasak, lho. Kemampuan memasaknya ini didapatkan saat ia bekerja sambilan sebagai koki di Warsteiner Keller saat awal-awal ia studi di Jerman.

Dari nasi tumpeng hinga nasi kotak, Johny mampu melakoninya dan menerima pesanan maupun memasakkan untuk acara kantor.

Keren ya, Kawan GNFI! Prestasi anak Indonesia ini tentunya membuat kita terinspirasi, bukan?

Catatan kaki: ketahui.com | beritaunik.ne

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga63%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang8%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi8%
Pilih TerpukauTerpukau8%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara Yufi Eko Firmansyah

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Inovasi Anak Bangsa Sabet Penghargaan Google Science Fair Sebelummnya

Inovasi Anak Bangsa Sabet Penghargaan Google Science Fair

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru Selanjutnya

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru

kevin naufal
@kevin_naufal

kevin naufal

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.