Jika Formula E Jadi Digelar di Jalanan Jakarta, Ini Dua Pilihan Rutenya

Jika Formula E Jadi Digelar di Jalanan Jakarta, Ini Dua Pilihan Rutenya

Ilustrasi © AMNY

Jakarta bakal jadi tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E pada 2020 mendatang. Hal ini kini sedang dalam pembahasan dan penggodokan di pihak FIA.

"Ya, mereka [Formula E] sudah melakukan studi, ada preliminary-nya. Tapi ini semua statusnya masih rahasia sampai fix semuanya. Kami menghormati pihak mereka," ujar Gubernur Jakarta, Anies Baswedan beberapa waktu lalu.

Formula E merupakan kependekan dari Formula Electric alias balapan mobil bertenaga listrik. Ajang yang diinisiasi FIA ini disebut-sebut sebagai balapan mobil masa depan karena dinilai bisa menyaingi F1 plus ramah lingkungan.

Jika balapan ini jadi berlangsung di ibukota, jalananlah yang akan dipakai. Rute mana saja yang diusulkan? Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo mengaku bahwa pihaknya telah memberikan lima usulan rute kepada panitia penyelenggara Formula E.

Namun sayangnya Syafrin enggan membocorkan lima rute usulan Pemprov. Ia hanya membeberkan panitia telah memilih dua rute yang dianggapnya paling baik dan layak untuk lintasan balap mobil ini. "Mereka survei, lihat-lihat lintasan yang nantinya akan digunakan sebagai ajang Formula E. Mereka menetapkan dua, yaitu di sekitar Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan," kata Syafrin.

Sirkuit pertama yang akan dijadikan trek Formula E dimulai dari: Silang Monas Tenggara - MI Ridwan Rais- Tugu Tani - MI Ridwan Rais - Merdeka Selatan - Wisma Antara - Kedubes AS- Silang Monas Tenggara.

"Yang pertama nanti pit stop-nya itu di Monas, belakangnya Stasiun Gambir," kata dia.

Alternatif lainnya berada di jalan: Silang Monas Selatan - belakang Gambir - Ridwan Rais - Merdeka Selatan - Bundaran Patung Kuda - Silang Monas Selatan. "Tapi memang di Merdeka Selatan dengan Ridwan Rais dari arah utara itu tidak ada bukaan, jadi perlu pembukaan jalur di sana," ucap Syafrin.

"Kelihatannya hanya dua rute itu yang akan mereka bahas di sana. Kami akan mengikuti apa yang mereka usulkan," ucap Syafrin menjelaskan.


Sumber : Kompas.com | CNN Indonesia | Tribun News

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli17%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tradisi Unik Sebelum Berangkat Haji Sebelummnya

Tradisi Unik Sebelum Berangkat Haji

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu? Selanjutnya

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu?

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.