Inovasi Unik dari Serat Bambu

Inovasi Unik dari Serat Bambu

Tanaman Bambu © Weaving and Silk

Saat ini sedang ramai kampanye yang mengangkat isu lingkungan. Mulai dari ajakan untuk melakukan tindakan preventif hingga pameran yang menyuguhkan fakta dari lapangan untuk memberitahu bahwa lingkungan yang kita tinggali sekarang sudah tidak baik-baik saja.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan inovasi yang ramah lingkungan. Melibatkan kretivitas, suatu inovasi menjadi penting untuk diapresiasi. Seperti salah satu jenama lokal asal Bandung yang memproduksi sepatu dengan kualitas premium bernama Parker. Beberapa produk yang dijual menggunakan serat bambu sebagai bahan utamanya.

Taufiq Rahman, pemilik Parker Shoes | Foto: Bandung.merdeka.com

Pada 2013 sang pemilik, Taufiq Rahman, ingin membuat sepatu yang berbeda dari sepatu kebanyakan yang terbuat dari bahan kulit, kanvas, atau katun. Sepatu produksinya terbuat dari serat bambu yang telah dipintal menjadi benang. Sebelumnya ia pernah memproduksi kaus kaki dengan bahan yang sama namun seiring berjalannya waktu produsen serupa bermunculan di Bandung.

View this post on Instagram

Sepatu serat bambu casual| brown|39-44| minat WA 089523372335 pin 57a1f248

A post shared by parker shoes (@parker_shoes) on

Ia gencar memasarkan produk sepatunya melalui pameran seperti Indonesia Fashion Week, Inacraft, dan Indo Leather and Footwear. Berkat ketekunan dan kegigihan, produknya dikenal hingga mancanegara. Dalam kurun waktu sebulan, merek yang didirikan Taufiq mampu memproduksi 500 pasang sepatu berserat bambu dan laku terjual hampir seluruhnya.

Harga yang dibanderol sekitar Rp 800 ribu per pasang, tentu akan lebih murah jika sudah diproduksi massal. Sepatu berbahan serat bambu memiliki keunggulan diantaranya terdapat kandungan yang bisa membunuh bakteri dan jamur sehingga tidak menimbulkan bau. Daya serapnya 3,5 kali lipat lebih besar dibanding sepatu berbahan katun, tidak menimbulkan alergi, dan hangat ketika musim hujan.

Jika Kawan GNFI penasaran dan ingin melihat produknya secara langsung bisa kunjungi Workshop Parker, Sepatu Bambu di Jalan Sanggar Hurip Kencana VI No. 14-16A, Bandung.

Ilustrasi alat peredam suara | Foto: prelo.co.id

Masih dari kota kembang terdapat produsen komposit peredam suara yang dikembangkan dari serat bambu. Hasil inovasi dari tangan seorang wanita bernama Susi Sugesti merubah batang bambu menjadi peredam suara. Hebatnya, inovasi tersebut dilirik oleh perusahaan Jerman yang tertarik memproduksi secara massal peredam suara dari bambu.

Jenis bambu yang sesuai untuk dijadikan bahan dasar adalah Bambu Petung, Bambu Gombong, dan Bambu Bima. Melalui proses mekanik hingga proses kimia serat bambu berubah menjadi benda yang memiliki fungsi baru. Latar belakang pendidikan Susi sebagai lulusan S1 Kimia menjadi bekal untuk menciptakan inovasi dari bambu. Kreasi dan inovasi yang dihasilkan sudah dilakukan sejak sekitar 5 tahun lalu.

Bambu tumbuh subur di Indonesia, keberadaannya perlu dimanfaatkan. Tentunya tidak lupa juga untuk melestarikannya. Tetap jaga lingkungan, karena upaya sekecil apapun sangat berarti.

Sumber: indopos.co.id | finance.detik.com

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau67%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Kalau Piala Dunia di Asia Tenggara, Negara Mana Saja yang Akan Mewakili ASEAN? Sebelummnya

Kalau Piala Dunia di Asia Tenggara, Negara Mana Saja yang Akan Mewakili ASEAN?

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu Selanjutnya

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu

Novita Caesaria
@_novitacaesaria

Novita Caesaria

Mahasiswi yang lagi ikut Magang Seri GNFI~

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.