Becak Sutopo yang Mampu Membawamu Berkeliling Dunia

Becak Sutopo yang Mampu Membawamu Berkeliling Dunia

Becak pak Sutopo yang dimodifikasi untuk memuat buku-bukunya © Foto: Anggertimur Lanang Tinarbuko / Jakarta Post

Sutopo berangkat dari rumahnya setiap pagi pada pukul 6 pagi, mengayuh becaknya. Becaknya bukan merupakan becak biasa karena lelaki 71 tahun itu menyebutnya Becak Pustaka.

Pada hari Kamis Pahing (salah satu dari lima hari kalender Jawa), ia mengenakan surjan lurik (kemeja bergaris tradisional untuk pria), lengkap dengan blangkon seperti yang disarankan oleh pemerintah kota Yogyakarta.

Pak Sutopo yang mengenakan surjan lurik di hari Kamis Pahing | Foto: Anggertimur Lanang Tinarbuko / Jakarta Post

Buku-buku berbaris rapi di rak kayu di becak berwarna merah jambu miliknya. Berbagai judul dan tema buku menarik orang untuk membaca.

Sutopo mengatakan bahwa melalui buku, dia bisa melihat dunia yang lebih luas.

"Saya juga belajar bahasa Inggris secara mandiri melalui buku," tambahnya.

Buku-buku di Becak Pustaka bebas untuk dipinjam , tanpa persyaratan apa pun.

Becak Pustaka milik Pak Sutopo | Foto: Anggertimur Lanang Tinarbuko / Jakarta Post

Pagi itu, Rini dan putranya, Devan yang berusia 4 tahun, mendekati becak Sutopo, yang diparkir di pinggir jalan.

Devan ingin mengembalikan buku bergambar yang telah dia pinjam dan meminjam yang baru.

Rini sering meminjam buku bergambar untuk putranya dari perpustakaan Sutopo.

"Kebetulan Devan menyukai binatang dan di sini, kita dapat meminjam buku-buku secara gratis," katanya.

Rini dan putranya Devan mengembalikan buku bergambar | Foto: Anggertimur Lanang Tinarbuko / Jakarta Post

Sutopo mulai menyebarkan kebiasaan membaca setelah ia pensiun dari posisinya sebagai pegawai negeri. Dirinya seorang kutu buku, Sutopo semakin khawatir melihat generasi muda, terutama anak-anak, lebih suka bermain dengan ponsel mereka daripada membaca.

Oleh karena itu, ia menciptakan perpustakaan di atas becak karena dengan mengayuh, ia juga dapat menjaga kesehatannya.

Pak Sutopo mengenakan dua lapis kacamata untuk dapat membaca tulisan cetak kecil | Foto: Anggertimur Lanang Tinarbuko / Jakarta Post

Sutopo mendorong anak-anak untuk meningkatkan kebiasaan membaca mereka.

Mulia sekali niat baik pak Sutopo ini ya kawan, mari lebih banyak membaca!


Catatan kaki: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Gerakan Komunitas Berbagi Sebelummnya

Gerakan Komunitas Berbagi

Eksotisnya Kepulauan Banda Tak Pernah Mengada-ada Selanjutnya

Eksotisnya Kepulauan Banda Tak Pernah Mengada-ada

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.