Pecahkan Rekor MURI, Presiden Jokowi Resmikan Gedung Baru Sekretariat ASEAN

Pecahkan Rekor MURI, Presiden Jokowi Resmikan Gedung Baru Sekretariat ASEAN

Gedung baru Sekretariat ASEAN © Kementerian PUPR RI

Presiden Joko Widodo meresmikan gedung baru Sekretariat Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, Kamis pagi,

"Indonesia berusaha memfasilitasi ASEAN dalam bergerak cepat, solid, dan bekerja efektif dan efisien. Dalam pemikiran itulah gedung ini dibangun," kata Jokowi dalam sambutannya di ruangan utama Gedung Sekretariat ASEAN pada Kamis, dikutip Antara.

Menurut dia, gedung baru ASEAN mencerminkan semangat baru ASEAN. Dengan berbagai fasilitas yang dimiliki, gedung baru itu diharapkan dapat menunjang kinerja ASEAN di masa mendatang.

Peresmian gedung baru Sekretariat ASEAN. Foto: Reuters/Willy Kurniawan
Peresmian gedung baru Sekretariat ASEAN. Foto: Reuters/Willy Kurniawan

Dia didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Berdasarkan laporan terpisah dari Antara, gedung baru ASEAN dibangun di atas lahan seluas 11.369 meter persegi dengan luas bangunan 49.993 meter persegi, memiliki dua menara dengan konstruksi yang dirancang tahan gempa.

Kedua menara di gedung baru itu dihubungkan oleh satu jembatan layang (sky bridge) sepanjang 40,5 meter. Jembatan itu menjadi jembatan terpanjang di Indonesia untuk kategori jembatan gedung tanpa penyangga dan mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berjabat tangan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi (kanan) usai meresmikan gedung baru Sekretariat ASEAN di Jakarta, Kamis (8/8/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj/am.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berjabat tangan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi (kanan) usai meresmikan gedung baru Sekretariat ASEAN di Jakarta, Kamis (8/8/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj/am.

Ini merupakan jembatan gedung tanpa penyanggga yang terpanjang di Indonesia. Selain itu, konsep dialog dan harmoni juga bisa dilihat pada gedung lama dan gedung baru ASEAN," ujar Menlu Retno.

Menlu RI menyebutkan bahwa gedung baru Sekretariat ASEAN merupakan gedung yang ramah lingkungan dengan temperatur ruang yang diatur pada 25 derajat celsius.

"Anda tidak akan merasa kedinginan di sini. Jika anda memperhatikan ketika berjalan memasuki gedung, tidak ada pendingin udara di lobi," ungkapnya.

Model tiga dimensi dari gedung baru Sekretariat ASEAN. Foto: The Straits Times/Wahyudi Soeriaatmadja
Model tiga dimensi dari gedung baru Sekretariat ASEAN. Foto: The Straits Times/Wahyudi Soeriaatmadja

Tersedia 30 ruang pertemuan yang dapat mengakomodasi berbagai pertemuan ASEAN dengan lebih efisien di masa depan. Selain itu, gedung baru tersebut juga menyediakan ruangan khusus bagi utusan masing-masing negara anggota ASEAN.

"Kami berharap gedung baru Sekretariat ASEAN ini tidak hanya sekadar menjadi bangunan, tetapi juga menjadi sumber energi dan inspirasi bagi kerja dan upaya ASEAN di masa depan," ucap Menlu Retno.

Acara peresmian dihadiri juga oleh beberapa menteri Kabinet Kerja, Gubernur DKI Jakarta, Wali Kota Jakarta Selatan, Duta Besar/Wakil Tetap Negara Anggota ASEAN, Duta Besar Mitra Wicara ASEAN, perwakilan organisasi internasional, dan Kementerian/Lembaga terkait.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang75%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Bom Atom dan Tonggak Kemerdekaan Indonesia Sebelummnya

Bom Atom dan Tonggak Kemerdekaan Indonesia

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu Selanjutnya

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.