Peringati HUT ke 74 RI, Warga Desa di Kaki Gunung Ijen Nonton Layar Tancap

Peringati HUT ke 74 RI, Warga Desa di Kaki Gunung Ijen Nonton Layar Tancap

suasana khidmat saat pemutaran film layar tancap © Anjar

Masyarakat dusun Srampon, desa Segobang tidak melewatkan momen peringatan hari ulang tahun ke-74 kemerdekaan Indonesia dengan agenda yang tidak seperti biasa yakni dengan nonton bareng layar tancap (orang Banyuwangi sebut layar tancep) masyarakat dusun Srampon dan sekitarnya yang berkaborasi dengan komunitas Sanggar Cinema.

Hal ini mengingatkan kita ke era 1990-an di mana di desa-desa dulu ada pemutaran film melalui layar tancap.

Tidak pandang usia, mulai yang masih muda hingga yang sudah tua berkumpul bersama di lokasi yang bertepatan di salah satu jalan lorong kecil di dusun Srampon yang tidak mengganggu aktivitas orang berkendara, karena jalan ini tergolong sepi aktivitas orang lewat.

Sebelum pemutaran film dimulai, ada hiburan pentas seni dari pengamen lokal bernama PJR, dengan melantunkan beberapa lagu dengan iringan musik akustik, mampu "menghipnotis" masyarakat pengunjung yang berjumlah ratusan orang yang datang.

Tak lama kemudian pemutaran film pertama dimulai. Film Mars diproduksi Tiga Koma Lima Film yang ber-genre komedi ini mampu membawa suasana masyarakat Srampon menjadi tertawa lepas karena adanya adegan study tour siswa SD pergi ke planet mars.

Setelah film mars selesai dilanjutkan hiburan tari gandrung dari penduduk lokal sebagai selingan untuk lanjut ke film berikutnya.

Film selanjutnya yaitu de Jaripah diproduksi Osing Production dan dilanjutkan musik Kuntulan dan dilanjutkan Film Dokumenter Dusun Srampon dan diakhiri penampilan tari Barong Sekar Gondo Arum milik warga lokal.

"Antusias masyarakat sangat luar biasa, karena sangat jarang event seperti ini dilakukan di dusun Srampon ini," ujar Siti Layinah selaku kepala dusun.

Siti Layinah berharap hal-hal seperti ini bisa membangkitkan generasi pemuda dusun Srampon dapat menyerap ilmunya sehingga dengan demikian para pemuda dusun Srampon bisa kreatif seperti teman-teman yang ada di kota besar.

"Harapan saya para pemuda karang taruna Lare Srampon Bersatu dan masyarakatnya dapat selalu guyub demi membangun dusun ini supaya dapat menunjukkan potensi yang ada," ujar Zeki Imam Mulyadi selaku ketua Karang Taruna Dusun Srampon.

Imam menambahkan bahwa, di dusun Srampon ada banyak potensi masyarakatnya yang belum banyak di ketahui masyarakat luar seperti; penghasil gula aren, pengrajin dari bahan bambu, ukiran dari kayu, souvenir, kesenian barong, kuntulan, akustik, dan juga kekayaan alam yang masih asri.

Tak luput juga makanan khas dusun Srampon yakni "degan anget" yang hanya di temui di dusun Srampon.

"Saya cukup bangga hati dengan masyarakat yang guyub menikmati film yang diputar dan hiburan yang ditampilkan. Harapan saya Sanggar Cinema dapat memberi inspirasi bagi generasi muda yang ada di daerah-daerah yang masih belum kita jamah, dengan tujuan memberikan tontonan yang menginspirasi masyarakat daerah yang jauh dari pusat kota. walaupun jauh dari perkotaan, jangan sampai putus asa untuk tetap menghasilkan karya." ujar Samer pimpinan Sanggar Cinema.

Adapun penyelenggaraan event di atas adalah dana mandiri dari uluran tangan masyarakat dusun Srampon dan beberapa pihak luar yang turut membantu kegiatan sosial ini.

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Orang Indonesia Pertama di Komite The Newton Prize Kerajaan Inggris Sebelummnya

Orang Indonesia Pertama di Komite The Newton Prize Kerajaan Inggris

Osvaldo Haay di Ambang Rekor Top Skor SEA Games 2019 Selanjutnya

Osvaldo Haay di Ambang Rekor Top Skor SEA Games 2019

fikri mustaqim
@fikri_69

fikri mustaqim

membaca dulu baru nulis selain membaca buku, artikel online juga menjadi sarapan pagi sebelum beraktifitas. menulis juga menjadi pekerjaan yang menghibur apalagi saat ini tantangan menulis yang harus sesuai dengan bahsa mileneal yang penuh data, singkat, dan tidak menjenuhkan

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.