Warna-Warni Es Ini Hiasi Masa Sekolah Dasar

Warna-Warni Es Ini Hiasi Masa Sekolah Dasar

Kurang lebih seperti ini suasana pulang sekolah dan jajanan di depan sekolah © Merdeka.com

Sepulang sekolah SD dulu kalian langsung pulang atau jajan dulu? Atau ketika istirahat teman-teman diam-diam membeli jajanan dari luar sekolah. Memanggil penjualnya di balik pagar sekolah. Hehe itu karena dulu di sekolah saya ada larangan membeli jajanan dari luar. Ya karena alasan mengenai kesehatan. Tapi tidak menghentikan anak-anak ini untuk jajan di luar.

Jajanan seperti telur gulung, martabak mini, telur goreng, rambut nenek, gulali, pentol, ataupun mainan-mainan. Mainan bongkar pasang, beli komik siksa neraka dan komik hantu. Selain itu ada lagi yang tidak ketinggalan yakni berbagai macam es yang dijual.

Salah satu es yang populer di masa sekolah adalah es wawan, ada juga es mambo, es goyang, dan sebagainya. Sebagian es-es tersebut mungkin masih bisa dijumpai tapi tidak sesering dulu.

Penjual tidak hanya menjualnya di sekolah tapi berkeliling dari kampung ke kampung berhenti di lapangan sepak bola.

Diproduksi dengan berbagai rasa, berbagai warna, dan harganya yang murah membuat anak-anak tertarik. Di tengah siang yang terik bisa jadi penyegar.

Saat ini beberapa es masih di jual di depan sekolah dan menariknya yang membeli tidak hanya anak-anak SD tetapi tak jarang dipenuhi dengan remaja-remaja atau yang sudah menginjak usia 20-an tahun karena mereka ingin bernostalgia dengan jajanan saat sekolah dulu.

Mari kita lihat ada es apa saja sih yang dijajakan dan pernah kita coba dulu.

Es Wawan

Biasanya di jual dengan harga Rp. 500 itu dulu, sekarang di jual Rp 1.500 sampai Rp 3.000 sepotong. Es yang memiliki dua bagian tersebut bisa dibagi dengan teman dengan mematahkan atau mengguntingnya.

Bentuk Es Wawan | Sumber: Brilio.net

Penjual akan berkeliling dengan sepeda. Wadah styrofoam yang berisi es wawan diletakkan di belakang sepeda. Di tiap sisi kanan dan kiri sepeda. Tidak lupa bel terompet yang memiliki suara khas “tetot tetot”.

Dijual dengan berbagai warna dan rasa. Ada rasa strawbery vanilla, cokelat, jeruk, bahkan sampai durian.

Tempat Es Wawan dijajakan | Sumber: Kaskus.com

Es Gabus

Sekilas bentuknya seperti kue lapis dengan berbagai macam warna. Tapi dijumpai juga es gabus yang hanya satu warna seperti warna merah.

Bila dimakan akan ada sensasi empuk seperti memakan gabus. Tapi hati-hati menggigitnya tahu-tahu gigi ngilu.

Bentuk Es Gabus | Sumber: Doyanresep,com

Dijualnya juga berkisar Rp. 500 sampai Rp. 1.500 saja. Es gabus dibuat dari tepung hunkwe dengan tambahan gula, garam, santan, vanili, dan beberapa pewarna makanan. Tepung hunkwe lah yang memberikan tekstur gabus. Tepung hankwe memiliki sifat kenyal.

Es Krim Ting Ting dan Es Roti

Kalau jenis ini sering kita jumpai dengan sajian cone. Kita menyebutnya es krim. Es dung-dung juga memiliki bentuk sama seperti es krim. Tapi mungkin tidak terlalu creamy. Dijual berkeliling dengan gerobak.

Es Dung-Dung dalam Cone | Sumber: Kabarsidia.com

Cone yang dipakai berwarna-warni ada pink, hijau muda, dan lainnya. Cone nya tidak berasa dan renyah seperti kerupuk. Kalau sudah “mlempem” atau tidak renyah lagi dicampur dengan es krimnya lebih nikmat.

Selain dengan cone, juga disajikan dengan roti tawar kecil. Dibentuk seperti roti isi. Jadi seperti roti isi es krim. Itu lebih mantap. Kadang diberikan sendok kayu kecil kadang tidak.

Penjualnya biasanya memakai bel yang berbunyi “ting ting” ketika berkeliling.

Es Roti | Sumber: Okezone.com

Es Potong

Dinamakan es potong karena harus dipotong dulu sebelum diberikan pembeli. Bentuk asli es potong panjang dan karena dijual seharga Rp 500 sampai Rp 1.000 maka harus dipotong dulu. Ada berbagai rasa. Ada cokelat, stroberi, dan kacang hijau.

Es Potong | Sumber: Detik.com

Es Lilin

Ini paling mudah dibuat sendiri. Biasanya menggunakan sirup atau es sachetan yang dibekukan. Memakai plastik panjang seperti lilin. Tinggal dimasukkan kulkas dan tunggu sampai beku. Bisa dikreasikan. Dijualnya juga Rp. 500 per es.

Es Lilin | Sumber: Hipwee.com

Es Goyang

Dinamakan dengan es goyang karena untuk proses pembekuan harus menggoyangkan gerobak atau wadah esnya. Setelah adonan selesai dibuat maka akan dimasukkan ke cetakan seperti es stick yang kita kenal. Cetakan berapa di tengah wadah. Diberikan tusuk kayu untuk pegangan.

Gerobak Es Goyang | Sumber: Doyanresep.com

Nah, di wadah tersebut dimasukkan bongkahan es dan kemudian gerobak digoyangkan agar es cepat membeku.

Ketika ada yang membeli tinggal mengambil satu es yang sudah beku dan tidak lupa dicelupkan ke lelehan cokelat yang setelah diangkat akan membeku dengan cepat.

Es Goyang | Sumber: Doyanmakan.com

Es Serut

Es ini menarik karena abang penjual akan menyerut bongkahan es dengan serutan. Di bawah serutan akan ada wadah yang menampung. Biasanya dari batok atau tutup gelas bahkan kadang ada yang berbentuk seperti mickey mouse.

Cetakan Es Serut Menggunakan Tutup Gelas | Sumber: Cookpad.com

Menarik ketika melihat proses menyerut es. Untuk mengurangi dinginnya tangan ketika menyerut penjual akan menekan balok es dengan kayu yang memiliki pegangan di atasnya. Penjual akan menyerut dua kali untuk kedua sisi es.

Setelah diserut es akan ditekan mempertemukan kedua sisi sesuai dengan bentuk wadah. Oh ya sebelum itu tentu diberi pegangaan.

Nah, setelah itu sirup dengan berbagai macam rasa akan dituangkan ke es yang sudah berbentuk. Tidak lupa dengan tambahan susu.

Es Serut | Sumber: Sportourism.id

Itulah berbagai macam es yang pernah kita beli dan konsumsi saat masih di sekolah dasar. Ternyata macamnya cukup banyak. Bagaimana? Ingin berburu es-es di atas?

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Erasmus Huis, Perpustakaan Minimalis di Tengah Kota yang Kapitalis Sebelummnya

Erasmus Huis, Perpustakaan Minimalis di Tengah Kota yang Kapitalis

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu Selanjutnya

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu

Kendita Agustin M.A
@kenditaagustin

Kendita Agustin M.A

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.