Tidak Banyak yang Tahu, Inilah Asal Kata Merdeka!

Tidak Banyak yang Tahu, Inilah Asal Kata Merdeka!

wahdah islamiyah

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

"MERDEKA!!!", sebuah kata yang selalu disebut dan diteriakkan oleh masyarakat ketika menyambut hari ulang tahun Republik Indonesia. Selain itu, kata ini sudah sejak zaman penjajahan telah dipakai oleh para pejuang. Namun, apakah kawan GNFI tahu dari manakan asal kata Merdeka?

Kata "Merdeka" ternyata berasal dari berbagai bahasa. Dalam Kamus Indonesia (G. Kolff & Co., Bandung, 1951), kata Merdeka berasal dari Bahasa Sansekerta, yakni "Maharddhikeka" lalu diserap menjadi "Merdeheka". Kata merdeka memiliki arti "Lepas dari perhambaan, tiada terikat pada sesuatu"

Sedangkan dari Kamus Umum Bahasa Indonesia (PN Balau Pustaka, Djakarta, 1996), Merdeheka dibakukan menjadi Merdeka, yang artinya "bebas (dr perhambaan, pendjadjahan dsb); berdiri sendiri (tidak terikat, tidak bergantuk pd sesuatu jg lain); lepas (dr tuntutan)."

Disampaikan oleh Elisa Sutan Harahap, Merdeheka juga memiliki arti yakni “orang saleh, pandai agama, diketahuinja jang akan djadi sesudah mati, sebab itu ia mendapat untung kelebihan.” Hanya mereka yang sudah merdeka yang bisa melepaskan diri dari perhambaan dan tidak terikat pada sesuatu.

Kata Maharddhikeka juga mengalami perjalanan yang panjang sebelum menjadi Merdeka.

Pertama, melalui kata Mardijk. Menurut sejarawan Mona Lohanda (lihat “Mayor Jantje dan Unsur Indo-Belanda dalam Musik Rakyat Betawi” dalam novel Burung-burung Walet Klapanoenggal karya Johan Fabricius (Pustaka Azet, Jakarta, 1985), orang mardijk adalah orang merdeka, bukan budak.

Mardijk adalah sebutan yang diberikan kepada orang Papang keturunan Portugal, orang tersebut juga pernah menjadi serdadu VOC.

Kemudian kata Merdijk juga berhubungan dengan kata Merdika yang digunakan di Jawa Barat. Menurut Kamus Basa Sunda (PT Kiblat Buku Utama, 2005) karangan R. Satjadibrata, tertulis bahwa orang merdika bukan budak belian (orang yang dibeli dan dijadikan budak) atau tidak diganggu baik harta, jiwa, agama, dan sebagainya.

--

Sumber : AyoBandung dan berbagai sumber di dalamnya

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga14%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi39%
Pilih TerpukauTerpukau32%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Inilah Daftar Kampus Terbaik versi Kemenristekdikti tahun 2019 Sebelummnya

Inilah Daftar Kampus Terbaik versi Kemenristekdikti tahun 2019

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan Selanjutnya

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.