Inovasi Terbaru dari Mahasiswa UNY, Cat Tembok berbahan Sabut Kelapa. Kok Bisa?

Inovasi Terbaru dari Mahasiswa UNY, Cat Tembok berbahan Sabut Kelapa. Kok Bisa?

Tokomesinkelapa

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Mahasiswa Indonesia sepertinya tak henti-hentinya menciptakan inovasi-inovasi terbaru, mulai dari inovasi pertanian sampai inovasi digital.
Seperti 3 mahasiswa asal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang baru-baru ini sedang meneliti manfaat zeolit alam dan selulosa dari sabut kelapa sebagai bahan pengisi dan perekat pada cat dinding.

“Sabut kelapa mengandung serat (fiber) dan gabus (pitch) yang menghubungkan satu serat dengan serat yang lainnya,” kata Adelia Putri Hestiana Dewi yang dikutip dari Siedoo.

Ia Bersama dengan Anita Rahmawati dan Fakhrizal Naufal yang berasal dari jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UNY.

Sumber : Humas UNY

Cat sudah menjadi kebutuhan manusia sehari-hari, mulai dari cat tembok, cat kayu, cat besi sampai pilox. Cat yang diproduksi oleh industri cat dewasa ini memiliki campuran bahan pengisi, matriks, pelarut dan bahan tambahan lainnya.

Mahasiswa UNY meneliti kandungan dari sabut kelapa, yakni Zeolit alam dan selulosa dari sabut kelapa sebagai pengisi dan perekat cat dinding. Selulosa dapat dipakai sebagai bahan matrik pada komposit zeolite.

Sumber : Humas UNY

Setelah melewati beberapa proses, cat tembok emulsi yang dihasilkan selanjutnya dianalisis berdasarkan SNI 3564:2009 tentang syarat mutu cat tembok emulsi dengan parameter uji kadar padatan total, waktu mengering sentuh, waktu mengering keras, pH, kehalusan dan daya tutup.

Penelitian tersebut meraih dana Dikti dalam program kreativitas Mahasiswa bidan Penelitian Eksakta tahun 2019, serta lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa yang akan dihelat di Bali Agustus ini.

--

Sumber : Siedoo, Humas UNY

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tradisi Ucap Syukur Ala Petani di Karanganyar Sebelummnya

Tradisi Ucap Syukur Ala Petani di Karanganyar

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

1 Komentar

  • psikologi UMA

    Mahasiswa UMA Meraih Juara III Karya Tulis Ilmiah FISIONTICAL 2019 Dalam Bidang Inovasi Smart Inkubator Tingkat Nasional Di Jakarta https://www.uma.ac.id/berita/mahasiswa-uma-meraih-juara-iii-karya-tulis-ilmiah-fisiontical-2019-dalam-bidang-inovasi-smart-inkubator-tingkat-nasional-di-jakarta

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.