Apa yang Gimbal dari Tahu Gimbal?

Apa yang Gimbal dari Tahu Gimbal?

Tahu Gimbal Kuliner Khas Semarang | Foto : Sindonews.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Apa yang pertama kali kalian pikirkan jika mendengar kata “gimbal”? Apakah sesuatu yang ikal atau keriting? Jika benar, berarti kalian sedikit bisa membayangkan kuliner khas dari Semarang ini.

Indonesia tidak hanya dikenal dengan kaya akan tradisi dan budaya. Namun juga kaya akan keanekaragaman makanan tradisional dengan cita rasa yang khas dan sejarahnya masing-masing. Biasanya nama makanannya pun unik-unik, tetapi bukan sembarang penamaan, nama tersebut memiliki arti dan sejarahnya tersendiri, sehingga kuliner Indonesia tidak hanya kaya akan cita rasa, namun juga kaya akan sejarah dan makna yang menjadikan makanan ini dikenal oleh seluruh masyarakat di Indonesia maupun sampai ke mancanegara.

Salah satu makanan tradisional Indonesia yang namanya cukup unik yaitu tahu gimbal. Kuliner ini merupakan salah satu makanan tradisional yang terkenal di Semarang, Jawa Tengah.

Bahan-bahan untuk membuat tahu gimbal | Foto : Jatengnyamleng.com

Pasti Kawan GNFI penasaran kenapa dinamakan tahu gimbal? Yuk kita simak ulasannya.

Tahu gimbal merupakan makanan tradisional yang berbahan dasar tahu goreng, lontong, irisan kol atau kubis, toge, telur goreng, dan gimbal. Diberi nama tahu gimbal bukan karena penjualnya yang berambut gimbal, tetapi kata gimbal sendiri berasal dari campuran bahan kuliner tersebut yaitu udang goreng yang dilumuri dengan tepung terigu, air, dan beberapa bumbu dapur serta sedikit toge, kemudian digoreng sehingga menghasilkan bentuk yang padat menggumpal atau dalam bahasa jawa disebut dengan “kempel”.

Bentuk tersebut dianggap menyerupai rambut manusia yang gimbal, sehingga udang goreng lebih dikenal dengan sebutan gimbal udang. Kuliner yang biasa dijajakan dengan harga Rp 10 ribu per porsinya ini bisa ditemui dibanyak tempat, salah satunya yang paling ramai adalah di sekitar kawasan taman KB kota Semarang.

Secara sekilas penampilan tahu gimbal hampir sama dengan ketoprak atau pecel yang banyak sekali dijumpai oleh masyarakat Jakarta. Namun, jika dilihat dari bahan-bahannya tentu sangat berbeda. Dalam proses penyajiannya tahu gimbal akan semakin nikmat dengan diberikan saus kacang yang disiram di atas bahan utamanya yaitu, lontong dan gimbal yang dipotong-potong secara kecil, kemudian ditambahkan dengan bahan-bahan pelengkap lainnya.

Tahu gimbal diperkiran sudah menjadi makanan khas masyarakat Semarang sejak abad ke-19, pada awalnya menggunakan tahu dengan jenis tahu “pong” yaitu tahu yang kosong di bagian dalamnya dan akan mengembang jika digoreng secara matang. Namun seiring berkembangnya variasi makanan tradisional, penggunaan jenis tahu pong sudah digantikan dengan tahu isi yang lebih padat.

udang gimbal | foto : IDNtimes.com

Hingga saat ini tahu gimbal masih banyak diminati oleh seluruh masyarakat, tidak heran jika kuliner ini mudah ditemukan di berbagai titik kota Semarang. Salah satu penjual tahu gimbal di Semarang yang paling terkenal adalah warung H. Edy, warung ini terletak di jalan Pahlawan, tepatnya di depan Departemen Sosial Semarang.

Pemerintah kota dan Kabupaten Semarang merekomendasikan warung H. Edy sebagai salah satu destinasi kuliner tahu gimbal di Semarang. Tahu gimbal milik H. Edy ini menjadi salah satu yang terenak dan melegenda. Cita rasa tahu gimbal merupakan perpaduan rasa yang cukup sinergis antara gurih, manis, dan pedas. Tingkat kepedasannya sendiri pun bisa dipesan sesuai yang diinginkan.

Bagaimana, tertarik untuk mencicipi kuliner khas Semarang ini?


Catatan kaki: Negerikuindonesia | Jatengnyamleng.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli50%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Good News From Indonesia Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Yuk Kenali Berbagai Kendaraan Listrik di Bandara Soetta! Sebelummnya

Yuk Kenali Berbagai Kendaraan Listrik di Bandara Soetta!

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim Selanjutnya

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim

Asriyati .
@asriyati

Asriyati .

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.