Yuk Kenali Berbagai Kendaraan Listrik di Bandara Soetta!

Yuk Kenali Berbagai Kendaraan Listrik di Bandara Soetta!

Segway di Bandara Internasional Soekarno-Hatta © PT. AP II

  • Mengenal beragam kendaraan listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
  • Kendaraan ini dipakai untuk mengangkut penumpang dari dan ke bandara, maupun di dalam bandara.
  • Di Bandara Soetta, ada 7 macam transportasi listrik yang dioperasikan.

Dalam rangka pengembangan kendaraan bermotor listrik (Electric Vehicle/EV) Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyediakan berbagai layanan kendaraan listrik. Moda transportasi ini bisa dinikmati pengunjung dari dan ke bandara, maupun di dalam bandara.

PT. Angkasa Pura (AP) II selaku operator 16 bandara di Indonesia, melalui Presiden Direkturnya, Muhammad Awaluddin, menuturkan semangat pengembangan kendaraan telah terasa di Bandara Soetta.

"Saat ini di Bandara Soekarno-Hatta sudah dioperasikan beberapa jenis kendaraan bermotor listrik untuk mendukung pelayanan kepada penumpang serta operasional bandara," urainya, dalam siaran pers yang diterbitkan PT. AP II.

"Kami berharap semangat pengembangan kendaraan listrik yang sudah tumbuh di Soekarno-Hatta dapat menyebar ke kawasan pelayanan publik lainnya," imbuhnya.

Nah, di Bandara Soetta sendiri, ada 7 transportasi listrik yang bisa dinikmati pengunjung. Yuk berkenalan satu per satu dengan mereka!

Skytrain Bandara Soetta | Foto: PT. AP II

Skytrain

Disebut juga Kereta Layang atau Kalayang, Skytrain beroperasi perdana di Bandara Soekarno-Hatta pada 17 September 2017. Moda transportasi ini mempermudah perpindahan orang dari dan dan ke Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3, dan Stasiun Kereta Bandara.

Kereta yang beroperasi setiap hari mulai pukul 04.33 sampai 00.30 di atas lintasan dual track sepanjang 3 kilometer ini, merupakan moda transportasi pertama yang beroperasi tanpa awak, dengan sistem automated guideway transit.

Taksi listrik Tesla | Foto: PT. AP II

Taksi listrik

Mulai 31 Mei 2019 lalu, taksi listrik diperkenalkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pengadaan taksi listrik ini adalah hasil kerja sama PT. AP II dengan Blue Bird. Pabrikan yang dipilih sebagai produsen taksi listrik yakni Tesla dari Amerika Serikat dan BYD asal Tiongkok.

Total ada 4 unite Tesla model X 75D A/T dan 24 unit BYD e6 A/T yang dioperasikan. Keberadaan taksi listrik ini untuk mendukung Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam mewujudkan konsep eco-airport.

Boogie car

Layanan transportasi ini digunakan untuk mengangkut penumpang di dalam terminal. Sebanyak 62 unit boogie car bertenaga listrik dioperasikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan penumpang dapat memakai layanan ini secara gratis untuk menuju boarding lounge di terminal.

Bus listrik MAB | Foto: PT. AP II

Bus listrik

PT. Mobil Anak Bangsa (MAB) terpilih sebagai penyedia bus listrik berjumlah 60 unit. Bus ini mulai beroperasi pada Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018, sebagai sarana transportasi antarterminal untuk para atlet.

Garuda Indonesia juga pernah mengoperasikan bus listrik buatan MAB ini, untuk antar-jemput karyawan di sekitar bandara.

Skuter listrik GrabWheels | Foto: PT. AP II

Skuter listrik

Salah satu moda transportasi listrik terbaru di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. PT. Angkasa Pura II bekerja sama dengan Grab, pada Juni 2019 menghadirkan skuter listrik GrabWheels sebagai alat transportasi personal di Terminal 3.

Dengan adanya GrabWheels, Bandara Soetta menjadi salah satu bandara pertama di dunia yang menawarkan layanan e-skuter di terminal penumpang. Saat ini ada 20 unit GrabWheels yang disiapkan di Terminal 3 Kedatangan, yang 10 unitnya dapat digunakan langsung oleh penumpang, dan 10 unit lainnya sebagai pengganti.

Terminal 3 yang seluas 430 ribu meter persegi dan panjangnya 2,4 kilometer, bisa dijelajahi lebih mudah dengan GrabWheels.

Segway | Foto: PT. AP II

Segway

Kendaraan mungil ini dpakai oleh petugas pelayanan dan keamanan di terminal penumpang Soekarno-Hatta. Dengan menaiki segway, petugas dapat menjangkau tempat tujuan dengan lebih cepat.

PT. AP II juga berencana memakai kendaraan bermotor listrik di sisi udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, antara lain bus penumpang dari dan ke pesawat dan kendaraan penarik pesawat atau aircraft tractor.

Baggage Towing Tractor | Foto: Foto: PT. AP II

Baggage Towing Tractor

Sebanyak 49 unit baggage tower sudah dioperasikan oleh PT. Gapura Angkasa. Armada dengan suplai listrik dan baterai ini kegunaannya untuk penarik kereta bagasi dari pesawat ke terminal penumpang, dan sebaliknya.**

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Keunggulan Segitiga Rebana, Sang Kandidat Ibu Kota Baru Sebelummnya

Keunggulan Segitiga Rebana, Sang Kandidat Ibu Kota Baru

Osvaldo Haay Top Skor Sementara di SEA Games 2019 Selanjutnya

Osvaldo Haay Top Skor Sementara di SEA Games 2019

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.