Kopi Telanjang, Kopi Legenda dari Pontianak

Kopi Telanjang, Kopi Legenda dari Pontianak

ko asiang sedang menuang kopi ©t ravel.compas.com

Kamu merupakan pencinta kopi? Pasti sudah banyak nyobain berbagai jenis kopi dong? Untuk kamu si pencinta kopi pasti sudah tahu tentang kopi ini, jikalau belum kamu wajib nyobain kopi satu ini.

Kedai kopi pada dasarnya harus memiliki pesona yang bisa dijual seperti Kopi Telanjang atau biasa dikenal dengan nama kopi asiang. Salah satu warung kopi legendaris yang terletak di jalan merapi kota Pontianak.

Warung kopi ini sudah berdiri lebih dari 50 tahun dan eksistensinya masih tetap sama, malahan sekarang makin terkenal dengan cara penyajiannya yang unik serta daya pikat dari sang baristanya.

Yohanes Efendi atau Asiang adalah nama dari si pemilik warung kopi yang saat ini sudah berusia 62 tahun. Saat meracik kopi, asiang memiliki ciri khas yaitu tidak memakai baju melainkan hanya memakai celana pendek. Perawakan asiang yang tinggi gemuk, bertato, serta berkepala plontos membuat asiang memiliki keunikan tersendiri.

Ko Asiang begitu panggilannya kerap meracik kopinya sendiri tanpa ada senyum dan banyak bicara tapi tangannya selalu bergerak dengan gesit hingga membuat ratusan gelas kopi dalam sehari.

Selain itu, proses dari tarik menarik kopi yang menghasilkan kopi menjadi berbuih membuat aroma kopi menjadi semerbak harum. Dengan harga enam ribu hingga tujuh ribu rupiah kita sudah bisa mendapatkan secangkir kopi asiang, murah bukan?

Warung kopi ini tidak pernah sepi dari pembeli yang berkunjung, baik itu dari pagi atau hingga malam hari. Selain cara penyajiannya yang unik, rasa dari kopi ini juga tidak pernah berubah, sehingga banyak sekali pelanggan kopi yang datang setiap harinya. Warung kopi ini buka dari pukul 03.00-18.00 WIB, tapi jam-jam sibuknya dimulai dari pukul 06.00-11.00 WIB.

Kopi disajikan di cangkir mungil berbahan keramik dengan ukiran monokrom Indo-Cina yang menjadi ciri khasnya. Ketika diaduk dengan sendok bebek aroma kopi robusta menjadi tercium wangi.

Dengan situasi di mana warung kopi semakin berjamur dan dengan makin banyaknya varian kopi yang bermunculan, kopi asiang makin mempertahankan eksistensinya di tengah berkembangnya zaman. Apa lagi Pontianak memiliki julukan kota seribu warung kopi, karena di setiap sudut kota selalu ada warung kopi.

Aneka kue dan kopi asiang @ detik.com

Belum sah rasanya jikalau kamu berkunjung ke Pontianak akan tetapi tidak mengunjungi warung kopi ini, karena ada sensasi tersendiri yang tidak dapat kamu lupakan.

Jikalau ingin berkunjung kamu tidak perlu takut tidak mendapatkan tempat, karena warung ini memiliki 2 lantai dan lantai 1 agak sedikit menjorok keluar. Makin siang warung ini makin ramai di kunjungi yang kebanyakan adalah pegawai kantor dan mahasiswa yang sambil ngobrol.

Kopi robusta yang dipakai oleh asiang juga di jual dengan kemasan timbangan kopi ini ia beli dari Kubu Raya, Pontianak. Dalam 1 hari, warung kopi ini bisa menghabiskan 10 kologram kopi robusta.

Bukan hanya kopi, warung ini juga menyediakan berbagai aneka kue yang cocok disantap dengan kopi. Misalnya, srikaya, pisang goreng, kue mangkok,bangko atau bingke. Harga di mulai dari tiga ribu hingga lima ribu rupiah. Sesuai kantong bukan?

Pengen minum kopi dengan sensasi yang berbeda? Ke warkop Asiang aja..

Referensi: Kumparan | Tempo

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kemegahan Situs Megalitikum, Warisan Bangsa Indonesia Sebelummnya

Kemegahan Situs Megalitikum, Warisan Bangsa Indonesia

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri Selanjutnya

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.