Ada yang Berbeda di Runway Ketiga di Bandara Soekarno-Hatta

Ada yang Berbeda di Runway Ketiga di Bandara Soekarno-Hatta

Ilustrasi © Unsplash.com

Kabar baik dari dunia penerbangan Indonesia, karena runway ketiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah beropeasi dandidarati oleh pesawat komersial 15 Agustus lalu, dan maskapai Nam Air menjadi pesawat yang pertama mendarat di runway tersebut. Dengan adanya runway 3 tersebut membuat kapasitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta meningkat menjadi 114 penerbangan per jam.

Runway 3 saat ini beroperasi dengan panjang 2.500 meter dan nantinya akan diperpanjang hingga 3.000 meter pada November 2019 ini. Pengoperasian runway atau landas pacu 3 Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan bakal berdampak kepada penghematan beban operasional avtur bagi maskapai. Sehingga ke depannya diharapkan juga dapat menurunkan tiket pesawat. Efisiensi itu juga antara lain dari pergerakan pesawat baik lepas landas maupun mendarat dari sekitar 75 pergerakan per jam menjadi 100 pergerakan per jam.

Ada yang unik dari landasan baru ini. Akun instagram @seasia.co memposting sesuatu yang menjadi perbincangan banyak orang dan di-repost oleh banyak akun

Di postingan yang awalnya dari @kenjrot tersebut, disebutkan bahwa runway baru ini menggunakan nama tokoh fiksi remaja yang kini tengah populer di Indonesia, yakni DILAN, yang sini ditulis DYLAN, dan MILEA, sebagai point of arrival dari dua arah landing. Orang awam memang tidak bisa melihat ini, para pilot penerbangan dan petugas ATC lah yang bisa membacanya.

Hingga saat ini memang belum ada keterangan khusus mengenai hal ini dari pihak pengelola bandara, yakni Angkasa Pura II. Maju terus bandara-bandara Indonesia.

Pilih BanggaBangga83%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mempertanyakan Kembali Kemampuan Masyarakat Prasejarah Indonesia Lewat Situs Gunung Padang Sebelummnya

Mempertanyakan Kembali Kemampuan Masyarakat Prasejarah Indonesia Lewat Situs Gunung Padang

Dinilai Efektif Atas Banjir, Terowongan Nanjung Diresmikan Selanjutnya

Dinilai Efektif Atas Banjir, Terowongan Nanjung Diresmikan

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.