Masih Ingat Dengan Permainan Engklek?

Masih Ingat Dengan Permainan Engklek?

ilustrasi Engklek © anakmandiri.org

Masa kecil adalah masa yang tidak bisa kita lupakan, mulai dari permainan tradisional serta teman-teman seprmainan yang begitu menyenangkan. Saat ini permainan tradisonal seperti kelereng, gasing ataupun engklek sudah jarang sekali dimainkan, bahkan hampir tidak ada.

Sebut saja permainan engklek atau ingkling yang berasal dari bahasa Jawa. Di luar pulau Jawa permainan tradisional ini memiliki nama yang berbeda-beda seperti teklek, sudamanda, lempeng, dampu, dan tabak rumah. Dan masih banyak sebutan lainnya yang dibuat sesuai dengan bahasa daerah masing-masing.

Sebuah permainan yang dulunya sangat digemari oleh anak-anak berumur 7 hingga 15 tahun. Engklek merupakan sebuah permainan tradisional sederhana yang dilakukan dengan cara melemparkan sebuah pecahan batu pipoh atau karet gelang.

Permainan engklek sendiri tidak memerlukan banyak perabotan seperti mainan pada umumnya, yang dibutuhkan hanyalah lapangan yang luas dan datar agar bisa digambar dengan kapur ataupun spidol. Permainan ini memang jenis permainan outdoor yang tidak bisa dimainkan didalam ruangan.

Memainkan permainan ini juga tidak sulit, yang pertama harus dilakukan adalah menggambar. Gambar yang dibuat adalah kotak-kotak atau bulat yang kemudian atasnya dibuat seperti atap rumah, lalu yang bermain harus melompat dengan satu kaki dari kotak satu ke kotak lainnya tanpa menyentuh garis yang sudah dibuat.

ilustasi engklek @ bpmpd.ntbprov.go.id

Sampai bertemu dengan batu atau karet yang dilempar sebelumnya pemain tidak boleh berhenti, kecuali menyentuh garis. Ketika mengambil batu milik pemain, itu tidak boleh menggunakan dua kaki melainkan harus menggunakan satu kaki dan satu tangan. Jika menemukan batu pemain lain di dalam kotak, maka pemain tidak boleh melompati batu tersebut melainkan harus melewatinya dan seterusnya sampai ada yang memenangkan permainan.

Umumnya permainan ini dimainkan di pagi atau sore hari, Permainan ini juga bisa dilakukan perorangan ataupun kelompok, kebanyakan dimainkan oleh anak-anak perempuan tapi tak jarang anak laki-laki juga ikut bermain. Biasanya jika dimainkan per kelompok maka dalam permainan engklek akan dibagi menjadi dua regu yang masing-masing berisikan dua hingga empat orang dalam satu regu.

Permainan engklek memiliki manfaat yang tidak kita sadari seperti mengasah kemampuan fisik, mengasah kemampuan bersosialisasi dan kebersamaan dalam satu regu, mengajarkan disiplin dan taat aturan, mengembangkan kecerdasan berhitung, dan dapat menjadikan para pemainnya menjadi lebih kreatif.

Permainan engklek memiliki filosofi tersendiri yaitu simbol bahwa manusia membangun rumah atau tempat tinggalnya. Selain itu, permainan tradisonal engklek juga memiliki arti bahwa itu adalah simbol manusia mencapai suatu kekuasaan. Dengan mendapatkan kekuasaan tentunya tidak melanggar aturan yang ada melainkan menaatinya, itulah arti dari permainan engklek.

Mirisnya, permainan tradisional seperti ini sudah sangat jarang dilakukan mengingat anak-anak sekarang lebih suka bermain dengan gadget mereka. Sayang sekali bukan?

Sumber: ejournal| kompasiana

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Nasi Jangkrik Makanan Khas Kota Kretek Sebelummnya

Nasi Jangkrik Makanan Khas Kota Kretek

Sudut Seni-Budaya Sunda Kini Hadir di Inggris Selanjutnya

Sudut Seni-Budaya Sunda Kini Hadir di Inggris

Mona Destiana
@mona_destiana

Mona Destiana

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.