Mengandung Andung Alunan Lagu Untuk Orang Meninggal

Mengandung Andung Alunan Lagu Untuk Orang Meninggal
info gambar utama

Kematian sesorang memanglah tak bisa ditebak. Biasanya kematian seseorang diadakan upacara atau tahlilan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi jenazah. Seperti yang ada di daerah Danau Toba, biasanya di daerah Danau Toba ada tradisi mengandung andung. mengandung-andung sendiri dilakukan oleh orang-orang suku Batak dengan cara mengalunkan tembang kata yang mirip dengan puisi yang dilagukan. Tradisi ini dilakukan untuk mengenang kepergian jenazah yang telah berpulang untuk selamanya. Tradisi ini hanya dilakukan oleh orang-orang suku Batak yang beragama kristen.

Berawal dari jenazah Sisingamangaraja XII yang tidak dilihatkan oleh keluarga atas perintah kolonial belanda: Sumber | Tirto.id
info gambar

Tradisi ini berasal dari tradisi lisan warisan leluhur batak kuno. Mengandung-andung termasuk tradisi batak pra kristen. Dikutip dari Kamus Budaya Batak Toba andung mempunyai arti yaitu ungkapan atau nyanian senandung kesedihan yanhg dinyanyikan. Menyanyikan lagu mengandung-andung berarti cara mengungkapkan rasa duka, solidaritas, harapan, atau permohonan ketika meratapi kematian sanak saudara.

Dalam sejarah mengandung-andung pernah membuat kolonial belanda gentar kala itu bermula dari Sisingamangaraja XII yang menentang kekuasaan kolonial gugur pada tahun 1907. Pemerintah Belanda sengaja menyembunyikan jenazah raja batak tersebut dari keluarganya. Waktu jenazah Sisingamangaraja XII dimakamkan tak ada satu keluarga pun yang menyaksikan. Mereka baru dapat melihat pusara Sisingamangaraja XII setelah gerakan pejuang batak secara total dilumpuhkan.

Bagi masyarakat Batak mengandung-andung diucapkan sambil menangis dan juga meluapkan kenangan tentang sifat orang yang ditangisi. Ini kemudian memberikan interpretasi oleh orang yang menangisi tentang riwayat orang yang sudah meninggal. Tradisi mengandung andung sudah menjadi kebiasaan orang batak dalam mengalunkan kalimat demi kalimat. Sehinnga ini menjadikan orang-orang bata pandai bernyayi. Sehingga, siapa saja yang mendengarkan mengandung-andung akan merasa terpanah dan menitikan air mata.

Catatan Kaki: Historia.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini