Beberapa Kata Ini Tidak Bisa Diterjemahkan Langsung ke Bahasa Asing

Beberapa Kata Ini Tidak Bisa Diterjemahkan Langsung ke Bahasa Asing

unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Setiap tahun sepertinya akan ada satu frase atau kata baru yang terdengar ditelinga kita. Terkadang kata tersebut susah untuk diartikan ke dalam Bahasa lain, khususnya Inggris.

Berikut adalah frase dari Bahasa Indonesia yang tidak dapat diartikan ke dalam Bahasa lain, namun harus dipahami terlebih dahulu :

1. Masuk Angin

Caption

Masuk Angin adalah satu kata yang sering dipakai oleh masyarahat Indonesia. Jika diartikan langsung ke dalam Bahasa Inggris akan menjadin "Enter wind". Padahal Masuk Angin adalah kondisi dimana orang tersebut merasa kedinginan akibat angina malam, angin dari AC atau kipas angin.

2. Jayus

Sumber : Dream.co.id

Jayus adalah suatu kondisi di mana orang tersebut ingin menyampaikan sebuah lelucon, namun lelucon itu tidak lucu sebenarnya - tapi dapat membuat tertawa kecil.

3. Cuci Mata

Sumber : DetikTravel

"Wash Eye"? Sebenarnya cuci mata memiliki arti yang berbeda dengan mencuci mata dengan air sebelum tidur. Cuci mata digunakan para remaja untuk mencari teman dan pacar baru atau pergi ke sebuah tempat untuk melepas stress.

4. Lapar Mata

SUmber : Jawapos

Jika langsung di terjemahkan, maka hasilnya adalah "Hungry eyes". Padahal lapar mata artinya rasa ingin membeli atau berbelanja sesuatu yang berlebihan.

--

Sumber : WowShack dan berbagai sumber lainnya

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga5%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli65%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau15%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Inovasi karya Delegasi Indonesia Raih Penghargaan di Istanbul Sebelummnya

Inovasi karya Delegasi Indonesia Raih Penghargaan di Istanbul

Hobbit dan Mata Menge, ‘’Manusia Purba’’ Flores yang Menyulut Perdebatan Arkeolog Dunia Selanjutnya

Hobbit dan Mata Menge, ‘’Manusia Purba’’ Flores yang Menyulut Perdebatan Arkeolog Dunia

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.