Paspor Indonesia Akan Makin Digdaya, dan Bahannya Makin Kuat

Paspor Indonesia Akan Makin Digdaya, dan Bahannya Makin Kuat

illustration © Unsplash.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Dokumen Perjalanan Republik Indonesia elektronik atau paspor elektronik RI telah memperoleh Sertifikat Public Key Directory (PKD) dari International Civil Aviation Organization (ICAO).

“Sertifikat ini diterima langsung oleh Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F. Sompie dalam penyampaian Memorandum of Understanding dengan Secretary General ICAO Fang Liu di Kantor Pusat ICAO Montreal Kanada pada Rabu (25/9) waktu setempat,” ujar Kepala Subbagian Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando, Rabu 25 September 2019.

“Rombongan Ditjen Imigrasi juga bertemu dengan Presiden ICAO Mr. Olumuyiwa Bernard Aliu,” tambahnya.
Indonesia menjadi negara ke-69 yang menerima sertifikat PKD menyangkut keamanan dan integritas dokumen perjalanan atau paspor elektronik. Hal ini memberikan keuntungan bagi pemegang paspor elektronik RI. Sehingga data paspornya lebih aman dan tersimpan dengan baik.

Baca juga : Evolusi Paspor Indonesia dari Masa ke Masa

Sam Fernando mewakili Direktur Jenderal Imigrasi menyampaikan, bahwa setelah menerima sertifikat PKD, maka data paspor elektonik RI akan bisa diakses oleh 69 negara yang telah terdaftar di ICAO.

Begitu pula sebaliknya Imigrasi Indonesia bisa mengakses data paspor negara anggota ICAO.
Keuntungan lainnya, yaitu pemegang paspor elektronik RI akan mudah melintas dengan mudah dan menjadi lebih dipercaya di negara tujuan. Selanjutnya, derajat dan kewibawaan paspor juga akan meningkat di hadapan negara-negara anggota ICAO.

Paspor Malaysia yang berbahan polycarbonate | New Straits Times
Paspor Malaysia berbahan polycarbonate | new straits times

Pendaftaran untuk memperoleh sertifikat PKD ICAO merupakan kewajiban bagi negara-negara yang telah menerapkan paspor elektronik. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam proses pertukaran data paspor elektronik antar negara anggota.

“Direktorat Jenderal Imigrasi saat ini juga menargetkan penambahan Kantor Imigrasi yang menerbitkan paspor elektronik dari semula 9 menjadi 27 Kantor Imigrasi. Penambahan ini ditargetkan akan berjalan pada akhir tahun 2019,” ungkap Sam Fernando.Di samping itu, Kepala Subbagian Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernand Ditjen Imigrasi menambahkan, juga akan melakukan uji coba penerapan paspor elektronik berbahan polikarbonat pada akhir tahun 2019 di 4 Kantor Imigrasi.

"Diharapkan pada tahun 2024 seluruh paspor RI akan menggunakan paspor elektronik berbahan polikarbonat," ujarnya.

sumber: Kemenkumham

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga68%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau11%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Akses Lebih Luas untuk Optimasi Film Indonesia Sebelummnya

Akses Lebih Luas untuk Optimasi Film Indonesia

Grace: ‘’Aku Akan Jadi Profesor Perempuan Termuda Indonesia, Meski…’’ Selanjutnya

Grace: ‘’Aku Akan Jadi Profesor Perempuan Termuda Indonesia, Meski…’’

Akhyari Hananto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.