Raksasa Otomotif Gandeng UGM Ciptakan Biodiesel Murah

Raksasa Otomotif Gandeng UGM Ciptakan Biodiesel Murah
info gambar utama

Toyota Indonesia menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mengembangkan biodiesel 'murah' dan berkualitas. Keduanya telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU)untuk bersama-sama mengembangkan kemitraan pendidikan dan penelitian khususnya di sektor otomotif.

Seperti dilaporkan Kompas.com, MoU ditandatangani oleh Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU. dan Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono pada Kamis (19/9/19) di Gedung Rektorat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Salah satu bentuk kerja sama, yaitu pengembangan energi baru dan terbarukan. Peneliti UGM bertugas mengkaji teknologi pembuatan biodiesel dari kelapa sawit yang menghasilkan produk dengan kualitas tinggi, namun dengan harga terjangkau.

Penandatanganan MoU UGM dengan TMMIN. Foto: TMMIN
info gambar

“Industri Indonesia dituntut untuk terus meningkatkan daya saing agar bisa memberikan kontribusi yang lebih kepada bangsa Indonesia. Kami yakin bahwa salah satu kunci utama untuk mencapainya adalah dengan kemitraan yang erat dengan akademisi,” ujar Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono, dalam keterangan resminya.

Indonesia terus menggenjot melakukan perluasan penggunaan bahan bakar B20 menjadi Biodiesel 30 persen atau B30.

Bahan bakar B30 rencananya mulai berlaku tahun depan. Uji coba sedang berlangsung dengan melibatkan mobil-mobil diesel yang dijual di tanah air. Uji coba B30 direncanakan selesai pada bulan depan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengisi bahan bakar B30 ke mobil saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Foto: Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho
info gambar

elain itu, di bidang produktivitas dan efisiensi, peneliti UGM mengkaji upaya pembentukan ekosistem yang dapat mendukung inkubasi dan pertumbuhan Industri Menengah dan Kecil (IKM) dalam menghadapi revolusi industri 4.0, seperti yang dilansir CNN Indonesia.

Peneliti UGM juga akan mengembangkan kompetensi SDM berbasis industri dengan membangun robot industri berbasis kecerdasan buatan.

Toyota dan UGM, MoU juga ditandatangani oleh Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian Endang Suwartini, serta Kepala Subdirektorat Pengembangan Teknologi Industri Bahan Baku dan Mineral Maju Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Juhartono.

Riset Toyota dan UGM akan berlangsung selama enam bulan ke depan dan hasilnya, selain menjadi kajian ilmiah juga akan didesiminasi ke industri-industri terkait.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

Terima kasih telah membaca sampai di sini