Kini, Amsterdam dan Medan Akan Lebih Dekat

Kini, Amsterdam dan Medan Akan Lebih Dekat

illustration © Unsplash.com

Garuda Indonesia dalam waktu dekat akan mengkoneksikan Bandara Internasional Kualanamu di Medan dengan Bandara Schiphol di Amsterdam, Belanda. Rencananya penerbangan perdana rute tersebut akan digelar mulai 1 Oktober 2019.

VP of Corporate Communication Angkasa Pura II (AP II), Yado Yarismano mengatakan, rute baru tersebut mendukung Kualanamu menjadi salah satu hub penerbangan rute internasional.

“Angkasa Pura II bekerja sama dengan Garuda Indonesia membuka sejumlah penerbangan long-haul dari Kualanamu menuju kota-kota di Eropa. Pada 16 Juli 2019 Garuda telah melayani penerbangan Kualanamu – London, dan kemudian pekan depan mulai dibuka Kualanamu – Amsterdam,” tuturnya, Kamis (26/9/2019).

Rute Kualanamu ke Amsterdam akan dilayani frekuensi penerbangan 6 kali sepekan, yakni setiap Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Ahad.

Penerbangan Denpasar - Medan – Amsterdam tersebut dilayani dengan armada Airbus A330-200 berkapasitas 222 penumpang dengan konfigurasi kursi 36 kelas bisnis dan 186 kelas ekonomi sebanyak 6 (enam) kali dalam seminggu yaitu setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.

Rute ini merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia dalam memenuhi harapan pengguna jasa dari Denpasar maupun Kualanamu Medan yang ingin menikmati konektivitas layanan penerbangan ke Amsterdam maupun sebaliknya.

Medan telah lama menjadi destinasi favourite wisatawan Eropa yang hendak melihat dan merasakan keindahan Danau Toba yang telah menjadi destinasi andalan dunia serta melihat penangkaran orang utan di Bohorok, Bukit Lawang. Pilihan penerbangan tersebut sekaligus menjadikan Medan sebagai salah satu hub transit penerbangan di domestic dan internasional yang strategis.

Sementara itu, Denpasar yang merupakan destinasi penerbangan yang menjadi salah satu hub wisatawan mancanegara dari Australia maupun Asia tentunya akan menjadikan Bandara Internasional Ngurah Rai kian strategis dengan hadirnya pilihan penerbangan menuju Amsterdam.

Kualanamu saat ini sudah dioperasikan sejumlah rute internasional. Antara lain ke Penang, Ipoh dan Kuala Lumpur (Malaysia); Singapura; Bangkok (Thailand); Madinah dan Jeddah (Arab Saudi); London (Inggris); dan Hong Kong.

Maskapai yang melayani penerbangan internasional di Kualanamu adalah Garuda Indonesia, Grup maskapai AirAsia, Grup Lion Air, Sriwijaya Air, SilkAir dan Malaysian Airlines.

“Kualanamu adalah bandara terbesar kedua yang dioperasikan oleh Angkasa Pura II, setelah Soekarno-Hatta. Saat ini kami juga tengah fokus dengan rencana pengembangan Kualanamu,” tandasnya.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih50%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Lion Air Akhirnya Berbadan Lebar Sebelummnya

Lion Air Akhirnya Berbadan Lebar

Osvaldo Haay Top Skor Sementara di SEA Games 2019 Selanjutnya

Osvaldo Haay Top Skor Sementara di SEA Games 2019

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.