Desainer Indonesia Borong Tiga Penghargaan Dunia di Selandia Baru

Desainer Indonesia Borong Tiga Penghargaan Dunia di Selandia Baru

The Lady Warrior karya Rinaldy Yunardi di WOW 2020 © SUPPLIED/GETTY IMAGES

Nama desainer Rinaldy Yunardi kian kondang di mancanegara. Perancang helahiran Medan, Sumatera Utara itu baru saja menjadi jawara ajang World of Wearable Arts (WOW) di Wellington, Selandia Baru pada 26-28 September.

Menurut laporan Media Indonesia, Rinaldy memenangkan tiga penghargaan sekaligus, yakni Avant Garde Award, International Award untuk kategori Asia, dan Supreme Award setelah bersaing dengan 108 karya finalis dari 115 desainer yang berasal dari 22 negara.

Karya Rinaldy Yunardi 'The Lady Warrior' yang jadi pemenang di kompetisi World of Wearable Arts 2019, Wellington, Selandia Baru. Foto: istimewa/Kumpara.com
Karya Rinaldy Yunardi 'The Lady Warrior' yang jadi pemenang di kompetisi World of Wearable Arts 2019, Wellington, Selandia Baru. Foto: istimewa/Kumpara.com

Rinaldy mengikutsertakan dua karya terbaiknya, Lady Warrior dan Fire. Selama ini, karya-karya perancang aksesori kelahiran Medan, Sumatra Utara itu banyak digunakan selebritas Hollywood, mulai Katy Pery, Madonna, Kylie Jenner, Mariah Carey, Shakira hingga Nicki Minaj.

The Lady Warrior menggambarkan kekuatan seorang wanita sebagai ibu, istri, dan anak perempuan.

“Saya menggunakan berbagai material untuk mewakili berbagai elemen dari The Lady Warrior. Kertas daur ulang dibuat menjadi tali dan ditenun untuk merepresentasikan kemanusiaan dan kekuatan jiwa seorang wanita,” ujar Rinaldy.

Karya Rinaldy Yunardi 'The Lady Warrior' yang jadi pemenang di kompetisi World of Wearable Arts 2019, Wellington, Selandia Baru. Foto: Istimewa/kumparan.com
Karya Rinaldy Yunardi 'The Lady Warrior' yang jadi pemenang di kompetisi World of Wearable Arts 2019, Wellington, Selandia Baru. Foto: Istimewa/kumparan.com

Founder dan Juri WOW 2019 Dame Suzie Moncrieff mengatakan desain Rinaldy menunjukkan keseimbangan dan bentuk yang sempurna.

“The Lady Warrior menyampaikan kerapuhan yang menakjubkan yang diimbangi dengan kekuatan yang halus. Dewan juri secara khusus juga menyukai penggunaan teknik tenun tradisional untuk membuat karya yang begitu kontemporer,” ujarnya dikutip Stuff.co.nz.

Dubes Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, menyampaikan kebanggaan dan apresiasi tinggi atas keberhasilan Rinaldy.

"Prestasi Rinaldy ini terasa begitu istimewa karena terjadi saat suasana di Indonesia lagi memprihatinkan. Ini kado besar buat kita semua", ungkap Tantowi yang hadir di acara penyerahan penghargaan, dikutip Kumparan.com.

Karya Rinaldy Yunardi 'The Lady Warrior' yang jadi pemenang di kompetisi World of Wearable Arts 2019, Wellington, Selandia Baru. Foto: Istimewa/kumparan.com
Karya Rinaldy Yunardi 'The Lady Warrior' yang jadi pemenang di kompetisi World of Wearable Arts 2019, Wellington, Selandia Baru. Foto: Istimewa/kumparan.com

Kemenangan Rinaldy di ajang WOW bukan yang pertama. Pada WOW 2017, Rinaldy pernah juga memenangkan tiga piala sekaligus. WOW merupakan ajang kompetisi desain karya seni untuk bereksperimen dan bereksplorasi dengan menggunakan berbagai sumber daya untuk menciptakan karya pakai yang menarik. Kompetisi ini dilakukan setiap tahun dan diikuti oleh desainer ternama dari lebih dari 40 negara di Dunia.

Desainer yang sudah berkecimpung di dunia seni selama 23 tahun ini harus bersaing dengan 108 karya finalis dari 115 desainer yang berasal dari 22 negara. Dengan kemenangan Lady Warrior, panitia akan menjadikannya sebagai tema WOW pada 2020 mendatang.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Bermula dari KKN, Mahasiswa Temukan Solusi IoT untuk Tambak Udang Sebelummnya

Bermula dari KKN, Mahasiswa Temukan Solusi IoT untuk Tambak Udang

Di Pasar Tradisional ini, Rupiah diganti dengan "Dhono" Selanjutnya

Di Pasar Tradisional ini, Rupiah diganti dengan "Dhono"

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.