Ketan Bintul Asal Banten

Ketan Bintul Asal Banten

Ketan Bintul ©sukita.info

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Banyak kuliner yang enak dan unik dari berbagai daerah di Indonesia, salah satu yang unik dan bersejarah ialah Ketan Bintul, kuliner ini berasal dari Banten. Ketan bintul, sebagai salah satu makanan khas Banten, tak kalah tenar dengan makanan khas Banten lainnya seperti sate bandeng. Ketan bintul menjadi makanan favorit dan selalu menjadi buruan masyarakat Kota Serang serta luar Banten saat bulan Ramadan.

Konon kuliner ketan bintul telah ada sejak abad ke-16, dan menjadi salah satu menu favorit sultan Banten untuk berbuka puasa. Uniknya lagi, makanan ini hanya muncul selama bulan Ramadan. Makanan dengan bahan dasar ketan yang ditaburi dengan kuah semur daging ini, digandrungi masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa. Selain enak, makanan pembuka ini cocok di perut dan juga di kantong.

Bagi sebagian warga Banten, khususnya Kota Serang, ketan bintul merupakan salah satu makanan yang sudah tidak asing lagi saat Ramadan tiba. Dengan tekstur yang lembut dan gurih, menjadikan makanan ini paling banyak diburu warga untuk dijadikan menu andalan takjil atau bukaan puasa.

Ketan Bintul dengan tambahan daging dan empal | sumber: limakaki.com

Ketan bintul merupakan makanan perpaduan antara irisan ketan putih yang ditaburi serundeng berupa kelapa parut yang disangrai dengan rempah-rempah. Dibuat dengan cara menumbuk adonan dari beras ketan hingga adonan menjadi keras. Kemudian dikukus dengan santan kental dan beraneka rempah.

Dari tekstur ketannya terlihat dan terasa pulen dan lembut di setiap gigitan dan kunyahan, bahkan rasanya terasa gurih dengan bercampur taburan bumbu serundeng kelapa yang ditabur di atasnya. Bahkan sajian menu kuliner ketan bintul ini isa dilengkapi dengan menu masakan lainnya sebagai pelengkap seperti daging empal.

Empal daging tidak hanya ketan bintul yang dijual tapi juga menjual empal daging sapi dan daging kerbau sebagai pelengkap ketan bintul. Banyak yang beli ketan bintul dengan kuah empal, ketan bintul dicocol dengan kuah empal terasa lebih enak dan untuk rasa empal daging juga enak dan empuk saat digigit.

Ada lelucon di kalangan santri di Serang yang mengatakan "Ketan bintul itu muncul jika hilal bulan Ramadhan terlihat". Ya dan memang demikian , setiap selesai Ramadhan ketan bintulpun hilang dan setiap menteri agama mengumumkan awal puasa maka dipastikan besoknya menjelang buka puasa ada beberapa pasar kaget yang menjual ketan bintul . Pasar jajanan pembuka puasa di Serang yang paling tenar adalah halaman parkir Islamic Centre di jalan Veteran , halaman parkir seluas 750 meter persegi itu setiap bulan Ramadhan sejak sepuluh tahun lalu selalu disulap menjadi pasar makanan khas pembuka puasa.

Salah satu penjual Ketan Bintul | sumber: travelingyuk.com

Ketan bintul terenak ialah Ketan Bintul Haji Mamad di pasar lama serang yang sudah melegenda di serang sudah jualan dari 1980an. Sekarang diteruskan oleh anaknya, ketan bintul Haji Mamad jualan hanya dibulan Ramadhan saja, tempat jualannya paling rame daripada yang lain padahal sampingnya sama sama jual ketan bintul, saking ramenya sampe ada yang buka jasa titip.


Catatan kaki: Ketan Bintul | Kulineran yuk | Raja dan sultan makan ketan bintul | Ketan bintul H. Mamad

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Hari Kopi Internasional, Sejarah Kopi dalam Perekonomian Indonesia Sebelummnya

Hari Kopi Internasional, Sejarah Kopi dalam Perekonomian Indonesia

Pawai Hadrat di Kaimana, Tradisi Rayakan Idulfitri Tanpa Sekat Selanjutnya

Pawai Hadrat di Kaimana, Tradisi Rayakan Idulfitri Tanpa Sekat

Fikri Abdul Karim
@fikriabdulkarim

Fikri Abdul Karim

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.