Jika Jadi, Gedung di Kepulauan Riau ini Akan Menjadi yang Tertinggi di Indonesia, dan Tetangganya, Singapura

Jika Jadi, Gedung di Kepulauan Riau ini Akan Menjadi yang Tertinggi di Indonesia, dan Tetangganya, Singapura

Meisterstadt © Pollux Properti Indonesia

Keluarga mendiang BJ Habibie, dan PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) kini tengah mengerjakan pembangunan kawasan terintegrasi megasuperblock Meisterstadt di Batam. Di Kawasan ini digadang-gadang akan dibangun gedung tertinggi di Indonesia dan menjadikan Batam menjadi salah satu kota yang strategis secara ekonomi, tak hanya di Indonesia, tapi di kawasan Asia Tenggara.

Berangkat dari pengalamannya menjadi Otorita Batam periode 1978-1998, (Alm) Habibie menyebutkan, Batam ditargetkan bisa menjadi pusat industri manufaktur utama di Indonesia. Hal itu salah satunya yang menjadikan dasar pembangunan kawasan senilai US$ 1 miliar ini sekaligus menjadi investasi terbesar di wilayah tersebut.

 sumber : Pollux international
Caption

Saat ini, kawasan yang ditargetkan akan memiliki 11 tower ini sudah menyelesaikan pembangunan empat tower pertamanya. Empat tower ini merupakan fase pertama dari pembangunan kawasan yang menggunakan konsep kemajuan Jerman. Berdasarkan masterplan kawasan tersebut, tanah seluas 9 hektar tersebut nantinya akan memiliki universitas, mall, central park, 8 tower apartemen, 1 rumah sakit, 1 hotel dan kawasan niaga. Satu tower lainnya disebut-sebut akan menjadi gedung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian sebanyak 100 lantai (sekitar 350 m) yang akan digunakan sebagai perkantoran. Jika ini terlaksana, maka gedung ini tak hanya tertinggi di Indonesia, namun juga lebih tinggi dari gedung apapun di tetangga dekatnya yang maju, Singapura. Gedung tertinggi di Singapura adalah Tanjong Pagar Center, yang setinggi 290 m.

Tertinggi di Indonesia | Pollux International
Caption

Sebagai perbandingan, data Skyscrapercenter.com mencatat gedung tertinggi di Jakarta yakni Gama Tower (310 m) yang berada di Jalan HR. Rasuna Said dengan 69 lantai, disusul Treasury Tower (280 m) dan Menara Astra (262).

Berpulangnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie tidak membuat pembangunan kawasan ini mengendor. "Proyek ini merupakan hasil dari visi Habibie untuk menciptakan integrated vertical city yang terinspirasi dari standar kemajuan negara Jerman," kata Ilham Akbar Habibie, Honorary Chairman Pollux Habibie International, yang juga putra almarhum, seperti dikutip CNBC Indonesia.

Total struktur yang akan dibangun seluruhnya mencapai 11 menara yang ditargetkan selesai dalam 10 tahun ke depan.

(Dari berbagai sumber)

Pilih BanggaBangga78%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau8%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Meriahkan Resepsi Diplomatik, Poco-Poco Goyang Santo Domingo Sebelummnya

Meriahkan Resepsi Diplomatik, Poco-Poco Goyang Santo Domingo

Nusantara Innovation Forum: Diinisiasi oleh Diaspora Muda Indonesia, untuk Para Pegiat Riset dan Inovasi Selanjutnya

Nusantara Innovation Forum: Diinisiasi oleh Diaspora Muda Indonesia, untuk Para Pegiat Riset dan Inovasi

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

1 Komentar

  • Tama

    Ini akan jadi sinyal kebangkitan investasi dan ekonomi baru di Batam dan Indonesia. Keren sekali.

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.